Buku Mengenal Lebih Dekat Model Blended Learning Dengan Facebook | Penerbit Buku Deepublish

Buku ini hadir sebagai salah satu ikhtiar dan partisipasi penulis untuk memanfaatkan facebook dalam pembelajaran. Penulisan buku ini dimasudkan untuk memenuhi referensi dalam pembelajaran yang menggabungkan kegiatan pembelajaran tatap muka di kelas dan pembelajaran online/e-learning (blended learning) yang dirasa masih langka, terutama yang memanfaatkan media sosial facebook dalam kegiatan pembelajaran (selanjutnya disingkat dengan MBL-fb).

Tantangan pendidikan masa depan berkaitan dengan TIK. Sehingga Eggen dan Kauchak mengemukakan bahwa melek (literasi) teknologi telah menjadi keahlian dasar yang penting setelah membaca, menulis dan berhitung. Teknologi seperti ponsel dan jaringan sosial facebook telah mengubah secara revolusioner cara manusia berkomunikasi. Facebook merupakan satu fenomena di Indonesia dan dunia, yang bisa menjadi potensi bagi dunia pendidikan.

Dapatkah facebook membantu pendidikan? Ada dua aspek utama yang digunakan mahasiswa pada facebook: aspek sosial dan edukasional. Facebook dapat memperkuat dan mempertahankan hubungan, membangun jaringan sosial/membentuk hubungan maya, menghapus batasan teman, mengikuti trend sejawat, berbagi potret, bersenang-senang dan melepas lelah dan tetap berhubungan dengan keluarga. Dalam hal belajar, facebook memungkinkan mahasiswa berhubungan dengan fakultas dan mahasiswa lain lewat hubungan pertemanan/sosial, memberikan komentar pada sejawat/berbagi pengetahuan, berbagi perasaan dengan sejawat, bergabung dengan grup-grup yang dibuat untuk mata kuliah tertentu, bekerjasama: notifikasi, diskusi, jadwal kuliah, kalender manajemen proyek, dan menggunakan aplikasi pendidikan untuk mengorganisir aktivitas belajar.

Facebook sangat mempengaruhi kehidupan sosial mahasiswa. Lembaga pendidikan perlu menggunakan aplikasi jejaring sosial ini untuk pendidikan. Aktivitas mengajar perlu dirancang khusus untuk berbagai populasi target. Titik terobosannya dapat dimulai dari menggabungkan kegiatan tatap muka di kelas dengan diskusi online di facebook melalui MBL-fb

Banyak aplikasi facebook yang dapat dimanfaat pada bidang pendidikan. Facebook dapat mengakomodasi akses yang banyak, cepat, rahasia, nyaman dan mudah digunakan tanpa perlu operator untuk menjalankannya. Jadi pembelajaran online bisa dilakukan tanpa perlu tersedianya website dari fakultas atau institut untuk perkuliahan. Facebook juga dapat menjadi solusi keterbatasan waktu dan keterbatasan psikologis dalam pembelajaran tatap muka (tradisional) di kelas selama ini. Menghadirkan pembelajaran sepanjang waktu kapan saja dan dimana saja melalui pemanfaatan media sosial facebook adalah sebuah potensi, peluang dan tantangan dalam dunia pendidikan. Inilah yang menjadi dasar pemikiran ditulisnya buku ini.

Isi bab pada buku ini menguraikan beberapa hal tentang: mengapa menggunakan MBL-fb, lebih dekat dengan MBL-fb, belajar dengan MBL-fb, dan sukses dengan MBL-fb. Mengapa menggunakan MBL-fb menjelaskan tentang alasan digunakannya MBL-fb dalam pembelajaran. Pada bagian lebih dekat dengan MBL-fb menguraikan tentang komponen model ini, mulai dari sintak, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung dan dampak intruksional serta pengiringnya. Pada bagian ini juga dibahas bagaimana skenario pembelajaran dari sintak MBL-fb serta apa saja aktivitas dosen dan mahasiswa dalam setiap fasenya. Belajar dengan MBL-fb merupakan contoh dari aplikasi MBL-fb dalam Perkuliahan di LPTK-PTKI. Model ini diterapkan pada perkuliahan Biologi Umum di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan LPTK-PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam). Penerapan model dilengkapi dengan Panduan Kerja Dosen (PKD) dan Panduan Kerja Mahasiswa (PKM). Sukses dengan MBL-fb menjelaskan tentang apa yang harus diperhatikan jika menerapkan MBL-fb dalam pembelajaran.

Buku Mengenal Lebih Dekat Model Blended Learning Dengan Facebook ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish.

Apa untungnya menggunakan facebook dalam pembelajaran

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa facebook mampu menciptakan lingkungan belajar yang partisipatif, kolaboratif, konstruktif, dan perpengaruh baik pada hasil belajar.

Pembelajaran berbasis facebook dapat  meningkatkan kreativitas peserta didik di Malaysia (Alias, et al, 2013:60-67).

Facebook dapat digunakan sebagai lingkungan belajar online untuk pembelajaran bahasa Inggris di Malaysia (Kabilan, et al, 2010:179).

Facebook membantu peserta didik yang tinggal di negara yang berbeda untuk belajar kelompok dan menemukan informasi yang dibutuhkan dalam sistem pembelajaran jarak jauh di Universitas Terbuka (Riady, 2014:227).

Jurnal dialog pada facebook dapat digunakan untuk mengetahui kesulitan peserta didik dalam belajar bahasa Inggris pada sekolah menengah dan perguruan tinggi di Malaysia (Heiw, 2012: 11).

Kerjasama pada media sosial facebook dengan teknik mencari informasi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa (Sinprakob and Songkram,  2015:2027).

Kebiasaan menulis status di facebook dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis  mahasiswa (Gibbins and Greenhow, 2014:154).

Akademisi dan peserta didik di Rumania setuju dan mempunyai pandangan positif terhadap penggunaan facebook dalam pendidikan (Şoitu & Păuleţ-Crăiniceanu, 2013:40).

Facebook memiliki banyak kelebihan jika diterapkan dalam pembelajaran.  Diskusi dapat dilakukan dalam grup tertutup sehingga bisa mendiskusikan hal-hal yang bersifat “sensitif” ditengah masyarakat. Bisa melatih argumentasi mahasiswa secara tertulis. Keaktifan mahasiswa bisa diketahui berdasarkan komentar yang diberikannya. Mahasiswa mudah untuk saling berbagi informasi terbaru. Dosen bisa menambahkan materi atau memberikan informasi tentang perkuliahan di luar jam tatap muka. Dapat menyelesaikan lebih banyak materi yang belum tuntas saat diskusi tatap muka (Sari, 2014: 150-152).

Facebook dapat digunakan sebagai pengganti website pada pembelajaran online  (Albloly & Ahmed, 2015:6016).

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN SAINS DITINJAU DARI ASPEK GURU

Abstract

Science Education in Indonesia is still poor. There are many components involved in science education such as the teacher. The myriad flaws of the teacher’s factor must be addressed: the intake of low teacher, teachers’ commitment, performance, the level of teacher education, etc. These are caused by low performance of the principal and the Superintendent and the policies of the Government.  To overcome these problems, then, it is necessary to improve the following program including training and tutorial programs, etc.  It is expected that through the efforts of increasing teacher’s quality will improve students’ science literacy.

ini adalah tulisan yang diterbitkan di http://journal.tarbiyahiainib.ac.id. Vol 20, No 1 (2013). jika ada yang ingin membacanya silahkan kunjungi e journal ini. terima kasih.

USAHA MENGATASI PROBLEMATIKA PENDIDIKAN SAINS DI SEKOLAH DAN PERGURUAN TINGGI

Abstract

Science holds an important role in the age of globalization. Countries that ruled the science will dominate the economy. Indonesia including State lagging in science and technological literacy. A lot of things that cause less maximum learning science during this time. Eleven science education policy issues from Unesco in 2008, all the problems of the science education in Indonesia. The largest factor is the teacher, then the policy leadership and Government. Attempts to overcome this of course relates to the improvement of the quality of teachers and better government policy prioritizing science education

ini adalah tulisan saya yang diterbitkan di  http://journal.tarbiyahiainib.ac.id.  Vol 19, No 1 (2012).  jika ada yang berminat membaca silahkan di unduh pada e journal tersebut. terima kasih.

 

Aplikasi Multimedia

Aplikasi Multimedia sebagai Inovasi dalam
Pembelajaran Ilmu Kealaman Dasar (IAD)

Oleh : Milya Sari*
Abstrak

Bergesernya paradigma dalam bidang pengajaran dari teacher-oriented menuju student-oriented secara tidak langsung menuntut tersedianya fasilitas belajar mandiri yang menarik bagi mahasiswa. Pesatnya perkembangan teknologi informasi multimedia sekarang ini membawa perkembangan pada pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan berbagai media pembelajaran diharapkan membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, efisien dan efektif.

Baca lebih lanjut

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI)
LEVEL 2 (SMU/SMK)

Oleh : Milya Sari, S.Pd.M.Si

Sangat mudah dijumpai seorang bergelar Sarjana mendaftarkan kerja dengan menggunakan ijasah SMA/SMK/MA nya. Secara horisontal, banyak juga dijumpai sarjana pertanian bekerja sebagai wartawan, sarjana teknik bekerja sebagai tenaga administrasi dan masih banyak lagi contoh ketidaksesuaian yang lain. Mungkin istilah link and match yang dipopulerkan oleh Mendikbud saat itu, Wardiman Djojonegoro, lebih mudah untuk memberi gambaran atas masalah klasik ini. Ketidaksesuaian di atas muncul, karena kaburnya antara kualifikasi dan kompetensi lulusan. Idealnya seseorang dengan kualifikasi sarjana memiliki kompetensi untuk melakukan sejumlah daftar pekerjaan. Namun pada kenyataannya, tidak banyak yang berani menjamin bahwa lulusan pendidikan bidang tertentu bisa mengerjakan apa atau sarjana bidang tertentu bisa menyelesaikan masalah apa. Dalam konteks problem kompetensi dan kualifikasi inilah perlu Peraturan Presiden tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang dalam literatur global disebut dengan National Qualification Framework (NQF) (Sayuti, 2011).

Baca lebih lanjut