Mengapa dan untuk apa kita mempelajari alam

Mempelajari Ilmu pengetahuan alam (sains) dan teknologi (Iptek) secara mendalam bukan berarti membawa kita menuju ateisme. Namun sebaliknya, semakin kita mempelajari Iptek, semakin kita yakin akan adanya ‘Yang Maha Mengatur” segala ketertiban di alam raya ini. Ajaran Islam sendiri, menyuruh kita mempelajari ilmu aqliyah (Iptek), sebagaimana kita diwajibkan belajar ilmu naqliyah. Peningkatan imtag bisa dilakukan dengan penguasaan Iptek. Kedua bidang ini tidaklah berdiri sendiri ataupun bertolak belakang, tapi harus diintegrasikan. Dan integrasi imtag dan iptek bisa ditemukan pada matakuliah Ilmu Kealaman Dasar. Di era globalisasi sekarang ini kebangkitan suatu bangsa tidak mungkin akan terlaksana tanpa penguasaan sains dan teknologi.

Baca lebih lanjut

Iklan

Pentingnya penguasaan Ilmu Pengetahuan (sains) dan Teknologi bagi lulusan PTAI

 

Sesungguhnya ilmu  pengetahuan  mesti  didahulukan  atas  amal perbuatan,  karena  ilmu  pengetahuanlah yang mampu membedakan antara yang haq dan yang bathil dalam keyakinan umat  manusia; antara  yang  benar  dan yang salah di dalam perkataan mereka; antara perbuatan-perbuatan yang  disunatkan dan  yang bid’ah dalam  ibadah; antara yang benar dan yang tidak benar di dalam melakukan muamalah; antara tindakan yang  halal  dan  tindakan yang  haram; antara yang terpuji dan yang hina di dalam akhlak manusia; antara ukuran yang diterima dan ukuran yang  ditolak;  antara  perbuatan  dan  perkataan  yang bisa diterima dan yang tidak dapat diterima. Dengan ilmu pengetahuan kita dapat mengetahui apa yang mesti didahulukan dan apa yang harus diakhirkan.  Tanpa ilmu pengetahuan kita akan kehilangan arah, dan melakukan tindakan yang tidak karuan.

Baca lebih lanjut

INTEGRASI IMTAQ DAN IPTEK DALAM MATA KULIAH ILMU KEALAMAN DASAR (IKD/ IAD)

Milya Sari

ABSTRACT

Studying science and technology should not lead Moslems to atheism. Conversely, the more Moslems study science and technology, they more they realize the existence of “the All Controller” of the universe. In fact, Islam encourages its believers to seek for both science and technology based knowledge (aqliyah) and faith based ones (naqliyah). The improvement on faith (imtaq) can well realized through the mastery on science and technology.  These two fields are not standing alone or even against one another. In fact, they should in a good integration. Such integration can be implemented through a subject called Ilmu Alamiah Dasar (Basic Science). Through learning and understanding the perfect creation of Allah, one will improve his/her faith and in turn get closer to Him.

Kata Kunci: integrasi, imtaq, iptek, ilmu kealaman dasar

FULL TEXT:

PDF

REFERENCES

Baiquni Ahmad, 1997. Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman. Dana Bhakti Primayasa. Yogya-karta.

Ara Hidayat. 2002. Peran Guru IPA Biologi dalam Menbudidayakan Hidup Sehat, Pembelajaran Ter-padu untuk Menunjang Pendidikan Kewarganegaraan. Abstrak Thesis Program Studi Pendidikan Umum, PPs UPI lulusan tahun 2002. http://www.upi.org. Diakses Desember 2007.

Asep Nur Zaman. 2003. Pendidikan Islam Keluar dari Suasana Kolot. Koran Republika. Senin 6 Januari 2003.

Dedi Supriadi. 2004. Membangun Bang-sa Melalui Pendidikan. Remaja Rosda Karya. Bandung.

Dit. Jen. Dikti, Depdiknas, 2001, Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta.

Dit.Jen.Dikti, Depdiknas, 2004, Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata-kuliah Berkehidupan Bermasya-rakat: Ilmu Sosial dan Budaya Dasar & Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta

Departemen Pendidikan dan Kebudaya-an RI. Direktorat Jendral Pen-didikan Dasar dan Menengah (1996). Naskah Keterkaitan 10 Mata Pelajaran di SMU dengan Imtaq. Jakarta, Bagian Proyek Peningkatan Wawasan Kepen-didikan Guru agama. Jakarta

Harun Yahya, 2000. Menyingkap Rahasia Alam Semesta. http:// http://www.geocities.com/pakdenono. Diakses Juni 2007.

Hamka. 1987. Pelajaran Agama Islam. Cet. Ke 9. Bulan Bintang. Jakarta

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/ U12090 tentang Pedoman Pe-nyusunan Kurikulurn Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 0451U/2002 tentang Kurikulurn Inti Perguruan Tinggi

Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan tinggi, Depcliknas Nomor 30/ DIKT1/Kep/2003 tentang Ram-bu rambu Pelaksanaan Mata-kuliah Berkehidupan Bermasya-rakat di Perguruan Tinggi

Keputusan Dir Jen Dikti, Depdiknas Nomor 44/DIKT1/Kep/2006 ten-tang Rambu rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berke-hidupan Bermasyarakat di Per-guruan Tinggi

Milya Sari. 2004. Reorientasi Pen-didikan Sains pada Lembaga Pendidikan Islam. Al-Ta’lim. Vol. XI No 16. th 2004. IAIN Imam Bonjol Padang.

Syaifuddin Sabda. 2006. Model Kuri-kulum Terpadu Iptek dan Imtaq, Desain, Pengembangan dan Im-plementasi. Quantum Teaching. Jakarta.

Tim Penulisan Buku Sains, 1981. Zat dan Energi, Buku Pelajaran Ilmu Alam untuk SMP kelas 1. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Balai Pustaka.

Yusuf Qardawi, 2006. Fiqih Prioritas. http://www.geocities.com/pakdenono. Diakses Juni 2007

Zainuddin Sardar (1996). Jihad in-telektual, Merumuskan Paramiter-Paramiter Sains Islam, Terjemah-an AE Priyono, Risalah Gusti, Surabaya.

_______________________________

Ini adalah tulisan dalam jurnal TA’dib STAIN Batusangkar. jika ingin membaca lebih lanjut silahkan kunjungi. http://ojs.stainbatusangkar.ac.id/index.php/takdib/article/view/142

terima kasih

TOPIK 1. ILMU ALAMIAH DASAR

REVIEW MATERI IAD: PERKEMBANGAN PENGETAHUAN
Materi kelompok satu ini ingin menggambarkan bagaimana rasa ingin tahu manusia karena akal yang dimilikinya melahirkan pengetahuan.

Kemampuan komunikasi lisan dan tulisan yg di anugrahkan ALLAH kepada manusia, menyebabkan pengetahuan yg sudah mereka peroleh, bisa diturunkan ke generasi berikutnya. Pengetahuan tersebut oleh generasi berikutnya selalu diperbaharui, diperkaya dengan temuan yang semakin baru. Hal ini terjadi selama berabad-abad, proses ini dinamakan akumulasi ilmu pengetahuan..

Ekspansi Islam ke wilayah-wilayah pusat peradaban dunia seperti yunani, membuat ilmuwan Islam berkenalan dengan filsafat. Namun berbeda dari filosof Yunani, yang ”memabukkan diri dengan berspekulasi”, para ilmuwan muslim itu mengikuti metode empiris yang dikembangkan Ibn Hayyan (721-815) yang sekarang dikenal dengan metoda ilmiah.

Ajaran Islam mendorong umatnya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Ini terlihat seperdelapan dari Al Qur’an yang terkandung dalam 750 ayat, merangsang, menegur dan mendorong umat Islam untuk melaksanakan kegiatan yang menjurus pada pengembangan sains. Memperhatikan hubungan sebab-akibat (kausalitas) dari fenomena alam yang terjadi, yang melahirkan ilmu pengetahuan alam.

Mitigasi Bencana

CATATAN PERKULIAHAN IAD

Topik mitigasi bencana ini berkaitan dengan pergerakan lempeng yang dibahas oleh kelompok 3.

selama magma bergerak, selama itu pula lempeng akan terus bertumbukan dan menimbulkan gempa.

ini sudah ada dalam surat an naml ayat 88—gunung yang bergerak seperti jalannya awan. artinya lempeng bumi akan selalu bergerak lambat tanpa disadari manusia, tetapi energi yang tersimpan akibat pergerakan ini akan menimbulkan gempa yang besar.

Baca lebih lanjut

ILMU ALAMIAH DASAR

RINGKASAN MATERI ASTRONOMI IAD

Oleh : Milya Sari, S.Pd., M.Si
Alam semesta yang sangat luas ini tentu tidak muncul dengan sendirinya. Allah telah menyatakan hal ini dalam salah satu ayat-Nya Q.S. Al Anbiya : 30. Bumi yang kita injak sekarang dengan langit yang maha maha maha luas ternyata dahulunya berasal dari sesuatu yang padu. Melihat luasnya alam semesta dan besarnya ukuran bumi bagi kita tentulah hanya kekuatan yng maha maha dahsyat pula yang bisa memisahkannya.
Baca lebih lanjut