Biologi Sebagai Ilmu

By Milya Sari, S.Pd., M.Si

  1. Pengantar

Materi biologi sebagai ilmu pengetahuan membahas tentang cakupan kajian biologi. Topik ini akan membahas tingkat organisasi di alam, dari atom hingga biosfer. Pembelajaran tentang struktur, fungsi atom, dan molekul akan memandu kita untuk memahami struktur sel hidup. Pembelajaran tentang proses yang membuat satu sel tetap hidup dapat membantu kita memahami bagaimana organisme multisel bertahan, karena semua sel hidup menggunakan proses yang sama. Dengan mengetahui apa yang organisme gunakan untuk bertahan hidup, dapat membantu kita melihat mengapa dan bagaimana mereka berinteraksi dengan organisme lain dan lingkungannya. Bagaimana cara ilmuwan biologi bekerja? Dengan cara apa bisa mengetahui atau melahirkan berbagai cabang kajian biologi?, Salah satunya dengan menggunakan metoda ilmiah.

Baca lebih lanjut

Iklan

MAIZENA SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PEKTIN DALAM PEMBUATAN SELAI BELIMBING (Averrhoa carambola L.)

Milya Sari

Abstract

The aim of the research was to find out the concentration of corn flour added the star fruit jam in order to increase its quality. This was an experiment designed randomly (RAL) with five treatments and three trials consisting of different concentration of corn flour addition, that is: A (0%), B (5%), C (10%), D (15%), and E (20%). The analysis, conducted after letting the jam remain in 48 hours, focused on the level of water and sugar, as well as organoleptic tests on the level of color, flavor, aroma, and texture. As the result, the addition of corn flour with different concentration effects obviously on the quality of the star fruit jam. The highly qualified jam was found at the treatment B (corn flour concentration 5%) with water level 30.05%, sugar 63.75% and organoleptically accepted.

Key words: maizena, quality of corn flour

Full Text:

PDF

References

Buckle KA et al. 1987. Ilmu Pangan. Terjemahan Hari Purnomo. IU – Press. Jakarta.

Gaman PM dan Sherrington KB. 1992. Ilmu Pangan, Pengantar Ilmu Pangan Nut-risi dan Mikrobiologi. Yogyakarta.

Muchtadi D. 1995. Teknologi dan Mutu Makanan Kaleng. Sinar Harapan. Jakarta.

Sakidja. 1989. Kimia Pangan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebu-dayaan P2LPTK.

Satuhu S. 1994. Penanganan dan Pengolahan Buah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Standar Industri Indonesia. 1978. Selai Buah. Jakarta: Departeman Perindustrian SII 0173-78.

Wardana A. 1993. Studi Pembuatan Jam dari Buah Kesemek (Dyosopyros kaki L.f) dengan Pemberian Beberapa Konsen-trasi Gula dan asam Sitrat (skripsi). Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Padang.

Wibowo AS. 1993. Studi Pemberian Pektin dalam Pemuatan Selai dari Tiga Jenis Belimbing. (Skripsi). Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Padang.

Winarno FG. 1988. Teknologi Pengolahan Jagung. Badan Penelitian dan Pengem-bangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Winarno FG. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia. Jakarta.

_______________

silahkan kunjungi  http://ojs.stainbatusangkar.ac.id/index.php/sainstek/article/view/66

STRATEGI DAN METODA PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS IMTAQ DI SEKOLAH/MADRASAH

Milya Sari

ABSTRACT

Biology, as one field of science, provides various learning experience to understand the concept and the process of science. Biology subject aims at promoting positive attitudes toward Biology by realizing the orderliness and the beauty of the universe and praising the Almighty of God. It is also responsible for establishing Islamic values through instructional materials being taught and consequently the instructional goals can be attained. To arrive at such goals, particular learning approach, strategy, and even method which integrate Islamic values into instructional materials are really needed. This, in turn, will make learning meaningful to students and promote better learning output. Nevertheless, teachers’ readiness, evaluation system and the availability of learning facilities might become the pitfalls.

Kata kunci: strategi dan metoda pembelajaran, nilai-nilai imtaq

FULL TEXT:

PDF

REFERENCES

Dwi, Agus Waskito, 2010. Pembe-lajaran Biologi yang Berbasis Imtaq dengan Pendekatan Integ-ratif (Science, Environment, Society, Teknology and Rerigion). (Online) http://www.alfarabi1984.wordpress.com/2010/10/. diakses 9 Okt. 2010.

Baiquni, Ahmad, 1997. Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman. Dana Bhakti Primayasa. Yogya-karta.

Hidayat, Ara. 2002. Peran Guru IPA Biologi dalam Menbudidayakan Hidup Sehat, Pembelajaran Ter-padu untuk Menunjang Pendidikan Kewarganegaraan. (Online) Ab-strak Thesis Program Studi Pen-didikan Umum, PPs UPI lulusan tahun 2002. http://www.upi.org. Diakses Desember 2007.

Zaman, Asep Nur. 2003. Pendidikan Islam Keluar dari Suasana Kolot. Koran Republika. Senin 6 Januari 2003.

Supriadi, Dedi. 2004. Membangun Bangsa Melalui Pendidikan. Re-maja Rosda Karya. Bandung.

Departemen Pendidikan dan Kebudaya-an RI. Direktorat Jendral Pen-didikan Dasar dan Menengah 1996. Naskah Keterkaitan 10 Mata Pelajaran di SMU dengan Imtaq. Jakarta, Bagian Proyek Peningkat-an Wawasan Kependidikan Guru agama. Jakarta

Yahya, Harun 2002. Bacalah dengan Nama Tuhannua Yang Men-ciptakan. Pengantar Film Penge-tahuan Populer Harun Yahya Series. Jakarta : Nada Cipta Raya.

Hermayulis, 1990. Pengenalan Etika Lingkungan Sejak Dini Merupakan Salah Satu Upaya Mewujudkan Pembangunan Berwawasan Ling-kungan. Padang, Andalas, Jurnal Penelitian dan Pengembangan pada masyarakat Unand, Hal. 98-104.

Junaidi, et al. 2008. Strategi Pembe-lajaran. Learning Assistance Prog-ram For Islamic Schools. Edisi Pertama. Pendidikan Guru Mad-rasah Ibtidaiyah. Lapis – Depar-temen Agama.

Sari, Milya. 2002. Pemahaman Ayat-ayat Al Qur’an Melalui Sains dan Teknologi. Jurnal Ilmiah Ta’dib. Vol. 8, No. 8 (Januari-Juni 2002). STAIN Batusangkar

_____.2005. Peran Manusia Terhadap Lingkungan dalam Perspektif Islam. Jurnal Ilmiah Ta’dib. Vol. 8, No. 2 (Desember 2005). STAIN Batusangkar

_____. 2007. Aplikasi Multimedia se-bagai Inovasi dalam Pembe-lajaran Ilmu Kealaman Dasar (IAD). Jurnal Al-Ta’lim. Vol. XIV No 26. th 2007. IAIN Imam Bonjol Padang.

_____. 2009. Integrasi Imtaq dan Iptek dalam mata Kuliah Ilmu Kealaman Dasar (IKD/IAD). Jurnal. Ta’dib. Vol. 12, No. 2 (Desember 2009). STAIN Batusangkar

Abdushshamad, Muhammad Kamil. 2002. Mukjizat Ilmiah dalam Al-qur’an, Jakarta, Akbar Media Eka Sarana.

Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Sekretariat Jendral Depdiknas.

Sadiman, A.S., Rahardjo, R, dan Haryono, A. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatan. Raja Grafindo Per-sada. Jakarta, 2003, h. 7.

Situmorang, M., Efektivitas Model Pembelajaran Terhadap Pening-katan Prestasi Belajar Peserta didik Dalam Perkuliahan Kimia Analitik-1, Laporan Hasil Pene-litian, FMIPA Universitas Negeri Medan. 2003.

Hermaningsih, Tri Retno. 2009. Peng-aruh penggunaan media pembe-lajaran VCD dan media cetak terhadap prestasi belajar biologi ditinjau dari motivasi belajar pada siswa kelas VIII (penelitian pada siswa SMPN 1 di Kab. Banjar-negara) th. Pelajaran 2008/2009. (online). Tesis Program Studi Teknologi Pendidikan PPs Unis-ma, Surakarta. http://www.Pasca. uns.ac.id/ diakses 9 November 2010.

Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembe-lajaran berorientasi Standar Pro-ses Pendidikan. Edisi 1. Jakarta: Kencana.

Qardhawi, Yusuf, 2001. Islam Agama Ramah Lingkungan. Jakarta: Pus-taka Al-Kautsar.

Sardar, Zainuddin 1996. Jihad in-telektual, Merumuskan Paramiter-Paramiter Sains Islam, Terjemah-an AE Priyono, Risalah Gusti, Surabaya.

Tulisan ini dimuat dalam jurnal ta’dib STAIN Batusangkar. Jika ingin membaca lebih banyak silahkan kungjungi :http://ojs.stainbatusangkar.ac.id/index.php/takdib/article/view/169

PENDIDIKAN BIOLOGI BERBASIS IMTAQ SEBAGAI USAHA PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA

Abstrak
Indonesia’s education system hasn’t been able to reflect the learners and educational output character. One cause is the paradigm the teacher who assumes coaching Morals as the character formation of students in the school as a teacher of religious education task. Coaching these characters could be done by science teachers particularly biology, according to the purpose of the first biological subjects. Biology teacher responsible for teaching the values of Islam (imtaq) in the material he teaches. To cultivate ketaqwaannya, then all learner activities; think, feel, behave, and act responsibly (BMB3) will be based on the values ketaqwaan. This will form the learners character illustrated in appearance everyday.

Tulisan ini sudah diterbitkan di Jurnal Ta’dib, Jurnal Ilmu Pendidikan. Volume 16. No. 1 (Juni 2013). Sayangnya, saya belum berbagi tulisan, karena alamat website dari  jurnalnya belum punya. Harap maklum.

Ada apa dengan Biologi?

ya,  mengapa harus mempelajari biologi?

Firman Allah SWT dalam Q.S. Al Ghasyiyah,88 : 17-20 menyatakan:

Apakah mereka tidak memperhatikan Unta, bagaimana ia diciptakan? Dan, langit bagaimana ia ditinggikan. Dan, gunung bagaimana ia ditegakkan. Dan, bumi bagaimana ia dihamparkan.

Mengapa mesti Unta? (ada apa dengan unta), ternyata dari hasil penelitian unta memiliki banyak sekali keistimewaan;

  1. Merupakan satu-satunya binatang berukuran besar yang sanggup hidup di gurun pasir dengan suhu 55°C.
  2. Mampu berjalan jauh dengan sedikit air/minum
  • mampu hidup 8 hari pada suhu 55°C tanpa makan dan minum
  • mampu minum 130l dalam sekali minum, atau selama 10 menit bisa meminum air sebanyak 1/3 berat badannya
  • air disimpan dalam punuknya dalam bentuk lemak
  1. System pencernaannya dirancang sesuai dengan kondisi gurun pasir yang banyak tanaman kering dan berduri
  • Gigi dan mulutnya dirancang khusus sehingga unta bisa memakan duri tajam dengan mudah
  • Perutnya dirancang khusus sehingga kuat untuk mencerna hampir semua tumbuhan digurun pasir
  1. Mata unta dirancang khusus untuk menghadapi debu dan butiran pasir pada saat terjadi badai pasir
  • Kelopak matanya tranparan / tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup
  • Bulu mata panjang dan tebal mencegah masuknya debu ke dalam mata
  1. Hidung unta dirancang khusus untuk menghadapi badai pasir, ketika datang badai ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.
  2. Kakinya dirancang khusus untuk berjalan di pasir
  • Telapak kakinya lebar sehingga bisa menahannya untuk tidak tenggelam ke dalam pasir
  • Kakinya panjang, sehingga tubuhnya jauh dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya

7   Tubuhnya ditutupi oleh rambut lebat dan tebal, fungsinya melindungi unta dari sengatan matahari di sinag hari dan suhu padang pasir yang dingin membeku pada malam hari

  1. Adanya  lapisan kulit pelindung yang tebal pada beberapa bagian tubuhnya yang langsung bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas sehingga kulit unta tidak terbakar.

 

Baca lebih lanjut

Keajaiban di sekitar kita

STRUKTUR DAN FUNGSI TUMBUHAN

Catatan Milya,

Sama seperti manusia, begitu kita lahir kita belum tahu apakah nanti akan jadi guru, polisi, presiden, dokter dll. Seperti juga pada sel tumbuhan, begitu sel selesai membelah belum jelas (dalam pandangan manusia) apakah sel ini akan menjadi jaringan pelindung, jaringan dasar (parenkim), jaringan penguat, jaringan pengangkut atau idioblast. Sehingga pada fase ini dinamakan dengan fase embrional (jaringan embrional).

Pada hewan dan manusia, setelah terbentuk zygot dan sel-sel terus membelah sampai pada fase embrional, juga belum jelas apakah sel ini akan jadi/membentuk organ mata, jantung, paru-paru, jari-jari tangan atau kaki, pembuluh darah, dsb.

Baca lebih lanjut