Problem Base Learning

Anak TK sudah bisa  memecahkan masalah yang dihadapinya. sesuai dengan tingkat perkembangannya. jadi tidak ada masalah jika model PBL di terapkan di SD, tentu untuk masalah yang sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Berikut ini merupakan aplikasi PBL untuk kelas 3 dan 4 SD, yang mengacu kepada kurtilas. Sebetulnya menarik untuk diterapkan, karena dengan satu tema anak bisa memahami beberapa mata pelajaran sekaligus tanpa mereka sadari. Yang diperlukan hanyalah kerja sama beberapa guru mapel yang berkaitan dengan tema tersebut. karena sewaktu anak-anak atau peserta didik memecahkan masalah tersebut, apakah ke pustaka, menemui tokoh masarakat atau kemana data harus diperoleh mereka akan meninggalkan kelas tatap muka untuk beberapa waktu. Jadi guru-guru mapel yang berkaitan dengan tema tersebut harus berbagi tugas dan bekerja sama membimbing siswanya dalam memecahkan masalah.

contoh tema yang diberikan mengacu kepada tema pada kurtilas dan PBL di sekolah di Amerika Serikat. semoga bermanfaat.

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

dan perangkat pembelajarannya

 Oleh: Milya Sari

  Pembelajaran berbasis masalah adalah pengajaran dan pembelajaran yang menantang siswa untuk mencari solusi untuk masalah di dunia nyata. Masalah yang dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa, mencoba untuk melibatkan para siswa dalam jenis otentik dan menarik kegiatan, dan mempersiapkan mereka untuk berpikir kritis dan analitis.

Pembelajaran berbasis masalah adalah pertama kali digunakan di sekolah-sekolah medis di tahun 1970-an. Mahasiswa kedokteran yang menemukan bahwa pengalaman pendidikan latihan praktek kedokteran di rumah sakit, memiliki hubungan ke kehidupan nyata akibatnya, mereka mulai menggunakan lingkungan belajar berbasis masalah untuk memeriksa, mendiagnosis dan memecahkan masalah dunia nyata pasien. Penggunaan ini meletakkan dasar untuk menerapkan pengajaran berbasis masalah dan strategi pembelajaran dalam arena pendidikan lainnya.

Karakteristik pembelajaran berbasisi masalah

  1. Pembelajaran berfokus pada pemecahan masalah
  2. Tanggung jawab untuk memecahkan masalah bertumpu pada siswa
  3. Guru mendukung proses saat siswa mengerjakan masalah

Merencanakan pelajaran untuk pembelajaran berbasis masalah

  1. Menggunakan masalah sebagai fokus untuk mengembangkan ketrampilan pemecahan masalah, materi (konten) dan pengendalian diri.
  2. Selama pembelajaran berlangsung, pemecahan masalah spesifik menjadi tujuan pelajaran. Tanggung untuk memecahkan masalah ada pada diri siswa, dan guru memandu proses pemecahan masalah
  3. Merencanakan pelajaran untuk pembelajaran berbasis masalah di mulai ketika satu topik diidentifikasi dan tujuan belajar dinyatakan.
  4. Perencanaan berlanjut dengan memilih satu masalah yang akan berfungsi sebagai fokus pelajaran. Proses ini selesai saat terjadi akses pada materi yang memungkinkan siswa mencari solusi masalah.

Menerapkan pelajaran untuk PBL

  1. Pelajaran untuk PBL diterapkan saat guru pertama-tama meriview pengetahuan awal yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah dan memberikan siswa satu masalah untuk dipecahkan.
  2. Dan bimbingan dari guru, siswa kemudian merancang dan menerapkan strategi untuk memcahkan masalah
  3. Pelajaran untuk PBL ditutup kala siswa menyajikan dan membahas hasil-hasil dari upaya pemecahan masalah mereka.

Tabel 1. Fase-fase dalam menerapkan pelajaran untuk PBL

Fase Guru siswa
Fase 1. Mereview dan menyajikan masalah.

Memberikan fokus konkrit untuk pelajaran

Meriview pengetahuan yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah dan memberikan siswa masalah spesifik dan konkret untuk dipecahkan.

Menarik perhatian siswa untuk terlibat dalam pembelajaran

Secara informal menilai pengetahuan awal.

Mendengarkan penjelasan guru tentang review materi dan masalah yang diajukan
Fase 2.  Menyusun strategi Memastikan sebisa mungkin bahwa siswa menggunakan pendekatan yang berguna untuk memecahkan masalah.

Memberi umpan balik kepada siswa tentang strategi yang mereka pilih

Menyusun strategi-strategi untuk memecahkan masalah.
Fase 3. Menerapkan strategi.  Memberikan siswa pengalaman untuk memecahkan masalah. Memonitor upaya siswa dalam memecahkan masalah dan memebrika umpan balik Menerapkan strategi untuk memecahkan masalah
Fase 4. Membahas dan mengevaluasi hasil Membinbing diskusi tentang upaya siswa dan hasil yang mereka dapatkan

Memberi siswa umpan balik tentang  upaya mereka

Menampilkan hasil pemecahan masalah kelompok di depan kelas

Tabel 2. Langkah-langkah PBL (M. Nur, 2008)

Fase-fase Perilaku Guru Kegiatan Siswa
Fase 1

Orientasi siswa kepada masalah

 

 

 

Fase 2

Mengorganisasikan siswa untuk belajar

 

 

 

 

 

Fase 3

Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok

 

 

 

Fase 4

Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

 

 

 

Fase 5

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

 

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan alat dan bahan yang dibutuhkan, memotivasi siswa dengan menunjukkan fenomena yang terjadi di kehidupan sehari-hari.

Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi oleh siswa, dan membentuk kelompok belajar untuk memecahkan masalah tersebut.

 

Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai dengan masalah yang dihadapi, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah yang dilakukan secara berkelompok.

 

Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.

 

Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses yang mereka gunakan dalam memecahkan masalah yang dihadapi serta memberikan contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Mendengarkan dengan seksama penjelasan guru. Mengemukakan masalah-masalah sesuai topik yang diarahkan guru, memilih masalah yang diminati.

 

Bersama-sama dengan teman kelompoknya  merancang kegiatan investigasi untuk mengatasi masalah yang dipilih, menentukan subtopik-subtopik spesifik, jadwal pelaksanaan  kegiatan,  mendiskusikan rancangan ini dengan guru

 

Mengumpulkan data melalui observasi, eksperimen, studi pustaka, menggali dari ahli dengan interview. Siswa berlatih mengajukan hipotesis, lalu menguji hipotesis yang mereka ajukan.

 

siswa membuat presentasi hasil karya mereka dengan cara menarik berupa poster, rekaman video, powerpoint, model dll. Selain itu juga membuat laporan tertulis

 

Siswa membuat catatan refleksi tentang semua kegiatan yang dilakukan mulai  dari mendalami masalah,  merencanakan dan melaksanakan penyelidikan, membuat catatan dan pengambilan kesimpulan serta solusi.

Menilai pembelajaran dalam kegiatan berbasis masalah

  1. Asesmen alternatif, lebih bernilai dalam mengevaluasi PBL, sebab asessmen tersebut memberi tahu guru cara untuk menilai hasil dari proses.
  2. Asesmen kinerja, pengamatan sistematis, daftar periksa, dan skala pemeringkatan memberi guru dan siswa umpan balik informasi tentang kemajuan belajar.
  3. Studi kasus memberikan cara tambahan untuk menilai pembelajaran dalam pelajaran penyelidikan. Dengan memberikan siswa kasus-kasus berbasisi penyelidikan, guru dapat menilai proses-proses komponen berbeda dalam penyelidikan.

Desain Masalah Pada Pembelajaran Berbasih Masalah

  1. Akar desain masalah

Akar masalah adalah masalah yang riil berupa kenyataan hidup. Menurut M. Hicks dalam Rusman (2011), ada empat hal yang harus diperhatikan dalam membicarakan masalah, yaitu: (1) memahami masalah, (2) kita tidak tahu bagaimana memecahkan masalh tersebut, (3) adanya keinginan memecahkan masalah, dan (4) adanya keyakinan mampu memecahkan masalah tersebut.

  1. Menentukan tujuan pembelajaran berbasis masalah;

Tujuan PBL adalah penguasaan isi belajar dari disiplin heuristic dan pengembangan ketrampilan pemecahan  masalah, belajar tentang kehidupan yang lebih luas, ketrampilan memaknai  informasi, kolaboratif dan belajar tim, ketrampilan berpikir reflektif dan evaluatif.

  1. Desain masalah;

Ciri-ciri desain masalah:

  1. Karakteristik; masalah nyata dalam kehidupan, adanya relevansi dengan kurikulum, tingkat kesulitan dan tingkat kompleksitas masalah, masalah memiliki kaitan dengan berbagai disiplin ilmu, keterbukaan masalah, sebagai produk akhir.
  2. Konteks; masalah tidak terstruktur, menantang, memotivasi, memiliki elemen baru.
  3. Sumber dan lingkungan belajar; Masalah dapat memberikan dorongan untuk dipecahkan secara klaboratif, independen untuk bekerja sama, adanya bimbingan dalam proses memecahkan masalah dan menggunakan sumber, adanya sumber informasi, dan hal-hal yang diperlukan dalam proses pemecahan masalah.
  4. Presentasi; penggunaan skenario masalah, penggunaan video klip, audio, jurnal, dan majalah, web site.

 

Contoh-contoh masalah dalam PBL;

  1. Menggunakan sumber daya alam dengan bijak.

Banyak orang menyebut dan mendengar  tentang daur ulang dan mengurangi polusi.  Ini semua dilakukan dalam rangka melestarikan bumi kita dengan cara melestarikan sumber daya alam kita. Segala sesuatu yang Kamu gunakan setiap hari terbuat dari sumber daya yang disediakan oleh bumi. Beberapa dari mereka adalah sumber daya “terbarukan” dan dapat diganti, namun ada juga yang “tak terbarukan”, yang berarti bahwa pasokan sumber daya tersebut terbatas. Kebanyakan orang, orang tua kita atau keluarga tidak tahu atau bahkan tidak berpikir tentang bagiamana mengkonsumsi sumber daya alam yang bijak, sehingga mereka perlu saran dari para ahli untuk memberitahu mereka bagaimana cara-cara melestarikan sumber daya tersebut.

Kelompok Kamu  sekarang menjadi tenaga ahli dari perusahaan konsultan yang disewa untuk datang dengan daftar saran yang akan membantu satu keluarga untuk mengurangi konsumsi sumber daya alam tak terbarukan. Untuk melakukan ini, kamu harus membuat sebuah sebuah draf proposal yang berisi daftar tentang  apa yang biasa digunakan  dan apa yang terbuang selama setahun, menentukan asal-usul dari sumber daya alam yang digunakan,  kemudian memutuskan sumber daya alam terbarukan apa yang dapat digunakan sebagai pengganti, atau pengurangan penggunaan jika memungkinkan.

  1. Mengidentifikasi mahkluk hidup.

Guru kelas dua memberitahu murid-muridnya: “Pagi ini ketika saya sampai di sekolah, penjaga sekolah sangat bersemangat. Tampaknya ketika ia membuka pintu pagi ini, ada jejak kaki yang sangat besar di dinding luar kelas kita yang tampaknya milik makhluk besar. Karena kami tidak ingin meninggalkan jejak di dinding, kami cepat-cepat membuat menyiplak jejak tersebut di beberapa kertas dan kemudian penjaga sekolah membersihkan jejak tersebut dari dinding. Ini cetak jejak besar yang membuat kami bertanya-tanya seberapa besar makhluk ini. Dapatkah kamu membantu saya mencari tahu berapa  perkiraan ukuran makhluk yang memiliki jejak sebesar ini? Dapatkah kamu juga membantu saya mencari tahu apa jenis makhluk itu? Kami telah membuat salinan jejak di atas kertas untuk akan kamu gunakan”

  1. Ikan adalah Sahabat kita

Ikan peliharaan sekolah kita sering mati. Semua orang marah karena kehilangan ikan teman kita. Apa yang dapat kita dilakukan untuk membuat mereka hidup lebih lama?

  1. Kajian kemasan makanan

Makanan ringan harus bertahan dalam kondisi segar atau baik sejak dihasilkan  dari lokasi pabrik hingga ketika makanan itu dikonsumsi. Evaluasilah kemasan produk yang ada untuk menentukan metode apa yang efektif melindungi berbagai jenis makanan ringan yang berbeda.

  1. Masalah Air

Padang menghadapi masalah serius terkait dengan kurangnya air minum yang bagus. Walikota berpikir konservasi air akan membuat pasokan yang cukup untuk penduduk kota dan meminta bantuan kamu, para siswa di SMK untuk melaksanakannya, apa yang akan kamu rencanakan?.

  1. Bahaya rokok

Budi dan Andi bersama berjalan pulang dari sekolah.  Budi mulai menggunakan meroko. Andi terperanjat dan mengingatkan Budi  tentang resiko kanker karena merokok. Budi mengelak, dan mengatakan bahwa rokok tidak menyebabkan kanker. Kedua setuju untuk membuktikan argumentasi siapa yang benar. Jadi carilah informasi untuk membuktikan siapa yang salah.

Sumber :

 Eggen. Paul., dan Kauchak. Don. 2012.  Strategi dan Model Pembelajaran, Mengajarkan Konten dan Ketrampilan Berpikir. (Terjemahan) Edisi  6. Jakarta: Indeks.

 Nur, M. 2008. Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Universitas Negeri Surabaya.

 Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran, Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Press.

 

contoh:

Rencana Pembelajaran PBL

 

Tema:

Hidup Terbarukan Menggunakan Sumber Daya Alam dengan Bijak

 

Materi  Pelajaran:

·   kelas 3 SD/MI:   Mari Kita hemat energi untuk                                                                  masa depan

·    Kelas 4 SD/MI:           Selalu berhemat energi

Alokasi Waktu:        3 kali pertemuan (1.5 jam)

 Kompetensi Inti Kelas 3:

  1. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan  percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru
  2. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia kelas 3:

2.3.   Berperilaku hemat energi dalam kehidupan sehari-hari

Kompetensi Dasar Seni Budaya dan Prakarya kelas 3

  • Menunjukkan rasa ingin tahu untuk mengamati alam di lingkungan sekitar untuk mendapatkan ide dalam berkarya
  •  Membuat karya kreatif anyaman dengan bahan alam atau buatan di lingkungan

4.14    Membuat karya kreatif dengan mengolah bahan buatan  lingkungan rumah melalui kegiatan bermain lipat, gunting, dan temple

  • Membuat karya kreatif fungsional dari bahan limbah rumah tangga
  • Membuat karya konstruksi dengan memanfaatkan bahan di lingkungan

Kompetensi Inti Kelas 4:

  1. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
  2. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

Kompetensi Dasar PPKn kelas 4

  • Menerima tempat tinggal dan lingkungannya sebagai bagian NKRI (misal: empati terhadap kehidupan di sekitarnya)
  • Menunjukkan keteladanan tokoh proklamator kemerdekaan RI dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan setempat

2.3      Melaksanakan hak dan kewajiban di keluarga, sekolah dan masyarakat sekitar

Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia kelas 4

2.3.     Berperilaku hemat energi dalam kehidupan sehari-hari

Kompetensi Dasar Seni Budaya dan prakarya kelas 4

  • Menunjukkan rasa ingin tahu untuk mengamati alam di lingkungan sekitar untuk mendapatkan ide dalam berkarya
  • Membuat karya kreatif cara meronce dengan bahan alam dan buatan di lingkungan

4.14   Membuat alat peraga  pembelajaran dengan memanfaatkan bahan di lingkungan

Kompetensi Dasar Agama Islam  kelas 4 (dengan beberapa catatan)

  • Memiliki perilaku shidiq, amanah, tabligh dan fathonah sebagai implementasi dari pemahaman sifat-sifat terpuji Rasulullah SAW.

(dalam kurikulum 2013, Kompetensi dasar Agama Islam yang diusulkan untuk Kompetensi Inti 2 dan 4 tidak secara langsung atau tidak ada mengkaitkan dengan sifat hemat atau tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan sesuatu, salah satunya penggunaan sumber daya alam seperti hemat air dalam kehidupan sehari, padahal bisa dimasukkan sebagai salah satu sifat terpuji Rasullulah dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia )

Tujuan  Pembelajaran :

Setelah melakukan kegiatan eksplorasi dan diskusi tentang sumber daya alam, dan terlibat dalam merancang karya kreatif dari bahan bekas. Siswa akan bisa:

  1. Menjelaskan berbagai sumber daya alam energi dan material, termasuk udara, tanah, batuan, mineral, minyak bumi, air tawar, satwa liar, dan hutan, dan tahu bagaimana mengklasifikasikan mereka sebagai sumber daya alam terbarukan atau tidak terbarukan.
  2. Menjelaskan  asal-usul bahan dari alam yang digunakan untuk membuat benda-benda umum dalam kehidupannya.
  3. Memberikan contoh  energi alterntif pengganti sumber daya alam yang tidak terbarukan.
  4. Membuat karya kreatif  dari bahan alam atau limbah rumah tangga.

Masalah             :   Menggunakan sumber daya alam dengan bijak.

Banyak orang menyebut dan mendengar  tentang daur ulang dan mengurangi polusi.  Ini semua dilakukan dalam rangka melestarikan bumi kita dengan cara melestarikan sumber daya alam kita. Segala sesuatu yang Kamu gunakan setiap hari terbuat dari sumber daya yang disediakan oleh bumi. Beberapa dari mereka adalah sumber daya “terbarukan” dan dapat diganti, namun ada juga yang “tak terbarukan”, yang berarti bahwa pasokan sumber daya tersebut terbatas. Kebanyakan orang, orang tua kita atau keluarga tidak tahu atau bahkan tidak berpikir tentang bagiamana mengkonsumsi sumber daya alam yang bijak, sehingga mereka perlu saran dari para ahli untuk memberitahu mereka bagaimana cara-cara melestarikan sumber daya tersebut.

Kelompok Kamu  sekarang menjadi tenaga ahli dari perusahaan konsultan yang disewa untuk datang dengan daftar saran yang akan membantu satu keluarga untuk mengurangi konsumsi sumber daya alam tak terbarukan. Untuk melakukan ini, kamu harus membuat sebuah sebuah draf proposal yang berisi daftar tentang  apa yang biasa digunakan  dan apa yang terbuang selama setahun, menentukan asal-usul dari sumber daya alam yang digunakan,  kemudian memutuskan sumber daya alam terbarukan apa yang dapat digunakan sebagai pengganti, atau pengurangan penggunaan jika memungkinkan. Tampilkanlah draf proposal (rencana) dafttar saran kamu minggu depan, minggu berikutnya tampilkanlah karya kreatif dari kelompok kamu yang berasal dari bahan-bahan sisa/limbah rumah tangga atau dari bahan alam di lingkungan tempat tinggalmu.

Tabel 2. Kegiatan pembelajaran (Langkah-langkah PBL, Nur, 2008) 

Fase-fase Perilaku Guru Kegiatan Siswa
Pertemuan 1

 

Fase 1

Orientasi siswa kepada masalah

 

 

 

 

 

Fase 2

Mengorganisasikan siswa untuk belajar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fase 3

Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok

 

 

 

 

Pertemuan 2

Fase 4

Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pertemuan 3

Fase 5

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

 

 

 

Guru menjelaskan tujuan dan masalah pembelajaran, menjelaskan alat dan bahan yang dibutuhkan, memotivasi siswa dengan menunjukkan fenomena yang terjadi di kehidupan sehari-hari.

 

Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi oleh siswa, dan membentuk kelompok belajar untuk memecahkan masalah tersebut.

 

 

 

 

 

Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai dengan masalah yang dihadapi, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah yang dilakukan secara berkelompok.

 

 

Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya kreatif dan laporan, serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Guru membantu siswa menampilkan karya kreatif mereka.

Dengan menggunakan Tabel KIP, Membantu siswa  untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses yang mereka gunakan dalam memecahkan masalah yang dihadapi serta memberikan contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Mendengarkan dengan seksama penjelasan guru. Mengemukakan fenomena yang terjadi tentang masalah yang diarahkan guru.

 

 

 

 

Mengorganisasi tugas dengan mengisi  Tabel KIP, K = apa yang kita ketahui, I = apa yang ingin kita ketahui, P = apa yang telah kita pelajari).  Bersama-sama dengan teman kelompoknya  merancang kegiatan investigasi untuk mengatasi masalah yang dipilih, menentukan subtopik-subtopik spesifik, jadwal pelaksanaan  kegiatan,  mendiskusikan rancangan ini dengan guru

 

Mengumpulkan data melalui observasi,  studi pustaka, menggali dari ahli dengan interview. Dan membuat laporan draf proposal (rencana) daftar saran yang akan ditampilkan minggu depan.

 

 

Secara berkelompok siswa presentasi draf proposal (rencana) daftar saran  tentang  apa yang biasa digunakan  dan apa yang terbuang selama setahun, menentukan asal-usul dari sumber daya alam yang digunakan,  kemudian memutuskan sumber daya alam terbarukan apa yang dapat digunakan sebagai pengganti, atau pengurangan penggunaan jika memungkinkan.

 

 

 

Siswa menampilkan hasil karya kreatif kelompok mereka.

 

Dengan menggunakan Tabel KIP, Siswa membuat catatan refleksi tentang semua kegiatan yang telah dilakukan mulai  dari mendalami masalah,  merencanakan dan melaksanakan penyelidikan, membuat catatan dan pengambilan kesimpulan serta solusi.

 Arahan Khusus  untuk pengelompokan Kooperatif:

Kelompok Heterogen dengan 4 anggota, karena bisa bekerja dengan baik, jika memungkinkan setiap kelompok memiliki satu komputer. Masing-masing anggota mempunyai peran yang berbeda.

Ketua, sebagai fasilitator:

  1. Memastikan semua pekerjaan sudah didelegasikan dengan baik dalam kelompok
  2. Membantu semua anggota mendapatkan kesempatan yang sama untuk berbicara selama sesi tukar pendapat/ brainstorming
  3. Berpartisipasi dalam sesi tukar pendapat/ brainstorming

Sekretaris:

  1. Membuat catatan pada LKS
  2. Mencatat kemajuan kerja kelompok
  3. Berpartisipasi dalam sesi tukar pendapat/ brainstorming

Pencatat waktu;

  1. Mengingatkan waktu yang tersedia kepada anggota kelompok yang lain dalam menyelesaikan tugas
  2. Menentukan berapa waktu yang dimiliki dalam menyelesaikan setiap tugas
  3. Memberi tahu dengan sopan anggota kelompok tentang waktu yang tersisa dalam menyelsaikan tugas
  1. Berpartisipasi dalam proses sesi tukar pendapat/ brainstorming

Pembuat dokumentasi :

  1. Memberi tanda/label  pada masing-masing tugas yang sudah dikerjakan
  2. Mencatat ide kelompok persis seoerti yang dinyatakan (tidak mengubah ke dalam kata-kata kita sendiri)
  1. Berpartisipasi dalam proses sesi tukar pendapat/ brainstorming

Alat dan Sumber untuk setiap Grup:

  1. Lembaran kerja tentang :Apa yangkita tahu?, Apa yangkita ingintahu?, dan Apa yang telah kitapelajari? dari   sumber daya alam terbarukan dan tidak terbarukan.
  2. Buku paket/pelajaran, Komputer, dengandaftarwebsite (jika menungkinkan), untuk penelitian
  3. Kertas, spidol &pensiluntuk presentasi rencana kegiatan

Penilaian Penguasaan Tujuan Pembelajaran:

Rubrik digunakan untuk  menilai proyek akhir, tahap perencanaan, yang  ditulis rinci tentang bagaimana mengurangi konsumsi sumber daya alam tak terbarukan dengan menggunakan format yang tersedia, serta menyajikan rencana yang akan dilakukan dengan bahasa yang jelas, sistematis dan logis .

Format-format Penilaian PBL

  1. Penilaian Proses
  2. Tabel KIP
  3. Laporan Kemajuan Belajar Siswa
  4. Target Belajar – Laporan Siswa
  5. Penilaian diri siswa
  6. Penilaian Akhir
  7. Evaluasi kolaboratif kelompok
  8. Rubrik penilaian colaboratif dan tingkah laku
  9. Rubrik penilaian presentasi dan laporan kelompok

 

Tabel KIP

Kelompok:                       Topik:

K

Apa yang kita ketahui

I

Apa yang ingin kita ketahui

P

Apa yang telah kita pelajari

Laporan Kemajuan Belajar Siswa

Nama  :

Masalah atau topik yang Kamu pelajari tentang :

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

 

Jelaskan apa yang Kamu pelajari tentang topik ini:

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

 

Dimana Kamu menemukan informasi tentang topik ini?

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

 

Pertanyaan apa yang masih ingin Kamu tanyakan tentang topik ini?

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

 

Apa langkah kelompok Kamu selanjutnya menuju pemecahkan masalah?

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

 

Apakah ada  yang bisa bapak/ibuk guru bantu?

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

 

 

 

Target Belajar – Laporan Siswa

Kelompok     :

Taerget Belajar Hari Ini :

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

____________________________________________________________________

 

Bukti Saya Belajar

Kata-kata Saya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambaran Saya atau Contoh-contoh

 

Penilaian diri siswa

 

Nama                   :

Kelompok        :              

 Konten (isi)  Pengetahuan

1: Tidak              2:  Ya

 

Aku bisa menjelaskan masalah

 

 

1

 

 

2

 

Saya dapat menemukan informasi yang dapat membantu memecahkan masalah

 

1 2
Saya bisa menjelaskan bagaimana cara memecahkan masalah

 

1 2

 

Kolaborasi

 

Saya berpartisipasi dalam diskusi kelompok

 

1

Jarang

2

Kadang-kadang

3

Selalu

Saya mendengarkan anggota kelompok saya

 

1

Jarang

2

Kadang-kadang

3

Selalu

Saya menerima kritik dan bantuan dari anggota kelompok

 

1

Jarang

2

Kadang-kadang

3

Selalu

Saya  menunjukkan tanggung jawab terhadap tugas-tugas kelompok saya

 

1

Jarang

2

Kadang-kadang

3

Selalu

Saya memenuhi tugas saya

 

1

Jarang

2

Kadang-kadang

3

Selalu

 

 

 

Penilaian Teman Sebaya – Kolaboratif  Kelompok

Nama:                                                                                                  Tanggal:                                             

Nama Grup:                                                                      

 

Anggota kelompok pertama:

 

Kriteria Selalu

3 poin

Kadang-kadang

2 poin

Jarang

1 poin

Menghargai anggota kelompok lain dan pendapat mereka
Tetap pada tugas dan tidak menyimpang dari masalah yang ditugaskan
Berbagi ide dengan keompok dan menjawab pertanyaan
Mendengar pendapat anggota kelompok dan dengan alasan sopan menyatakan tidak setuju
Menyelesaikan tugas mereka dan memenuhi peran mereka dalam kelompok

 

 

Anggota kelompok kedua:

 

Kriteria Selalu

3 poin

Kadang-kadang

2 poin

Jarang

1 poin

Menghargai anggota kelompok lain dan pendapat mereka
Tetap pada tugas dan tidak menyimpang dari masalah yang ditugaskan
Berbagi ide dengan keompok dan menjawab pertanyaan
Mendengar pendapat anggota kelompok dan dengan alasan sopan menyatakan tidak setuju
Menyelesaikan tugas mereka dan memenuhi peran mereka dalam kelompok

 

 

Anggota Kelompok ketiga :

 

Kriteria Selalu

3 poin

Kadang-kadang

2 poin

Jarang

1 poin

Menghargai anggota kelompok lain dan pendapat mereka
Tetap pada tugas dan tidak menyimpang dari masalah yang ditugaskan
Berbagi ide dengan keompok dan menjawab pertanyaan
Mendengar pendapat anggota kelompok dan dengan alasan sopan menyatakan tidak setuju
Menyelesaikan tugas mereka dan memenuhi peran mereka dalam kelompok

 

Rubrik Penilaian Berbasis Masalah

(Kolaboratif dan tingkah laku)

Nama Guru:

 

Nama Siswa:

KATEGORI 4Melebihi Standar 3 Pada  Standard 2bawah Standar 1Jauh Dibawah Standar
Perumusan /penguaraian Masalah  

 

Masalah diuraikan  secara luas/ berbagai bidang keilmuwan dan semuanya rinci. Masalah diuraikan  secara luas/ berbagai bidang keilmuwan dan sebagian besar rinci. Masalah diuraikan  beberapa bidang keilmuwan dan tidak rinci

 

Masalah tidak jelas atau tidak ada gambaran keseluruhan dari masalah.
Apa yang Harus Kita Lakukan untuk Memecahkan Masalah Siswa mendaftarkan semua langkah yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Siswa mendaftarkan langkah yang paling penting untuk memecahkan masalah. Siswa mendaftarkan beberapa langkah yang diperlukan untuk memecahkan masalah, tetapi belum sepenuhnya memecahkan masalah. Siswa tidak mendaftarkan atau tidak cukup informasi yang dibutuhkan / berkaitan langsung dengan masalah.
Solusi masalah Solusi efektif memecahkan masalah. Hal ini jelas bahwa siswa memahami masalah sepenuhnya dan tahu bagaimana memecahkan masalah ini . Solusinya memecahkan masalah. Hal ini jelas bahwa siswa memahami masalah dan bagaimana mengatasinya. Sebuah  usaha dilakukan untuk memecahkan masalah, tetapi tidak sepenuhnya. Tidak jelas bahwa siswa sepenuhnya memahami masalah atau bagaimana mengatasinya. Tidak ada upaya (atau upaya yang sangat lemah) dibuat untuk memecahkan masalah. Tidak jelas apakah siswa memahami masalah atau bagaimana mengatasinya.
Kolaborasi Selalu  mendengarkan, mengajukan pertanyaan, memberikan kontribusi untuk diskusi, dan menyelesaikan tugas. Sering mendengarkan, mengajukan pertanyaan, memberikan kontribusi untuk diskusi, dan menyelesaikan tugas. Kadang-kadang mendengarkan, mengajukan pertanyaan, memberikan kontribusi untuk diskusi, dan menyelesaikan tugas. Jarang mendengarkan, mengajukan pertanyaan, memberikan kontribusi untuk diskusi, dan menyelesaikan tugas.
Tingkah laku Selalu fokus pada tugas, tidak mengalihkan perhatian anggota kelompok lainnya, dan hormat kepada orang lain. Sering fokus pada tugas, tidak mengalihkan perhatian anggota kelompok lainnya, dan hormat kepada orang lain. Kadang-kadang fokus pada tugas, tidak mengalihkan perhatian anggota kelompok lainnya, dan hormat kepada orang lain. Jarang fokus  pada tugas, tidak mengalihkan perhatian anggota kelompok lainnya, dan hormat kepada orang lain.
CSL Consulting—Rubric

Rubrik Penilaian Presentasi Dan Laporan Kelompok

 

Nama Guru           :

 

Nama Siswa          :

KATEGORI 4Melebihi Standar 3 Pada  Standard 2bawah Standar 1Jauh Dibawah Standar
Perumusan /penguaraian Masalah  

 

Masalah diuraikan  secara luas/ berbagai bidang keilmuwan dan semuanya rinci. Masalah diuraikan  secara luas/ berbagai bidang keilmuwan dan sebagian besar rinci. Masalah diuraikan  beberapa bidang keilmuwan dan tidak rinci

 

Masalah tidak jelas atau tidak ada gambaran keseluruhan dari masalah.
Apa yang Kita Tahu Siswa mendaftarkan semua pengetahuan sebelumnya yang berkaitan dengan masalah. Siswa mendaftarkan sebagian besar pengetahuan sebelumnya yang berkaitan dengan masalah. Siswa mendaftarkan beberapa pengetahuan sebelumnya yang berkaitan dengan masalah. Siswa mendaftarkan sangat sedikit, tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang masalah, atau informasi yang tidak berhubungan dengan masalah.
Informasi dan / atau Perlengkapan yang dibutuhkan Siswa mendaftarkan semua informasi yang diperlukan dan / atau persediaan yang dibutuhkan yang berkaitan langsung dengan masalah. Siswa mendaftarkan informasi yang paling penting dan / atau persediaan yang dibutuhkan yang berkaitan langsung dengan masalah. Siswa mendaftarkan beberapa informasi yang diperlukan dan / atau persediaan yang dibutuhkan yang berkaitan langsung dengan masalah, namun masih banyak yang ditambahkan untuk sepenuhnya memecahkan masalah. Siswa tidak mendaftarkan informasi yang cukup diperlukan dan / atau persediaan yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah. Hal ini perlu diselesaikan.
Apa yang Harus Kita Lakukan untuk Memecahkan Masalah Siswa mendaftarkan semua langkah yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Siswa mendaftarkan langkah yang paling penting untuk memecahkan masalah Siswa mendaftarkan beberapa langkah yang diperlukan untuk memecahkan masalah,  tetapi belum sepenuhnya memecahkan masalah. Siswa mendaftarkan informasi yang tidak cukup /yang dibutuhkan yang berkaitan langsung dengan masalah.
Solusi masalah Solusi efektif memecahkan masalah. Hal ini jelas bahwa siswa memahami masalah sepenuhnya dan tahu bagaimana memecahkan masalah ini . Solusinya memecahkan masalah. Hal ini jelas bahwa siswa memahami masalah dan bagaimana mengatasinya. Sebuah  usaha dilakukan untuk memecahkan masalah, tetapi tidak sepenuhnya. Tidak jelas bahwa siswa sepenuhnya memahami masalah atau bagaimana mengatasinya. Tidak ada upaya (atau upaya yang sangat lemah) dibuat untuk memecahkan masalah. Tidak jelas apakah siswa memahami masalah atau bagaimana mengatasinya.
Presentasi Solusi Siswa menampilkan solusi  secara efektif , tetap pada topik 100%. Siswa ias menjawab semua pertanyaan rekan-rekannya. Siswa mempresentasikan solusi, tetap pada topic setidaknya 90%. Siswa menjawab sebagian besar pertanyaan rekan-rekannya. Siswa mempresentasikan solusi, tetapi banyak menyimpang dari ias. Siswa mengalami kesulitan menjawab pertanyaan rekan-rekannya. Presentasi Solusi tidak efektif, sering menyimpang dari ias. Siswa tidak ias menjawab sebagian besar pertanyaan rekan-rekannya.
Menulis Laporan Tidak ada kesalahan dalam ejaan, tata bahasa, huruf besar, atau tanda baca yang mengalihkan perhatian pembaca. Ada satu hingga tiga kesalahan dalam ejaan, tata bahasa, huruf besar, atau tanda baca yang mengalihkan perhatian pembaca. Ada empat sampai sepuluh kesalahan dalam ejaan, tata bahasa, huruf besar, atau tanda baca yang mengalihkan perhatian pembaca. Dokumen ini sulit untuk dibaca di beberapa bidang ilmu. Ada begitu banyak kesalahan dalam ejaan, tata bahasa, huruf besar, atau tanda baca bahwa dokumen tersebut adalah mustahil untuk membaca di beberapa atau semua bidang ilmu.
Hasil karya kreaif Ide sangat kreatif, bisa digunakan, memanfaatkan 100% barang bekas/limbah Ide kreatif, bisa digunakan, dan memanfaatkan hampir 90% barang bekas/limbah Ide kreatif, bisa digunakan, dan memanfaatkan sedikit  barang bekas/limbah Ide kreatif, tidak bisa digunakan, dan tidak memanfaatkan  barang bekas/limbah

CSL Consulting—Rubric


 

(Panduan Guru Fase 2 & 3)

Proposal Penggunaan Sumber Daya Alam Secara Bijak

oleh _______________________________________

 

Apa yang membuat sumber daya alam terbarukan atau tidak terbarukan? ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 

Apa keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan sumber daya alam terbarukan?

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Beberapa Energi Alternatif telah digunakan selama berabad-abad. Jelajahi energi alternatif ini dan tentukanlah energi  yang tepat untuk masyarakat sekitar kamu atau untuk negara mu. (Manfaatkan mesin pencari/internet)

 

  1. Tidal (energi pasang surut)

Tuliskah 5 fakta penting tentang kekuatan Tidal.
____________________________________________________________

__________________________________________________________

_____________________________________________________________

Apakah terbarukan?
Apakah ini pilihan yang layak untuk negara mu? Jelaskan.
______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

 

  1. Surya – tulis 5 fakta tentang tenaga surya.
    __________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

 

Dapatkah tenaga surya digunakan secara efektif, di mana kamu tinggal, untuk mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil? Jelaskan.

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

  1. Angin – tulis 5 fakta tentang tenaga angin. (Listrik dari angin)
    __________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

Dapatkah tenaga angin digunakan secara efektif di mana kamu tinggal untuk mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil ?
______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

  1. Biomassa – tulis 5 fakta tentang tenaga biomassa.
    __________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

Biomassa juga membantu menangani masalah lingkungan, mengapa?
______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

 

  1. Panas Bumi – tulis 4 fakta tentang Panas Bumi.
    __________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

 

Dapatkah tenaga panas  digunakan secara efektif di mana kamu tinggal untuk mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil ?
______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________
Empat (4) cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi/menghemat penggunaan energi .                ________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________


 

Draf Proposal (rencana) Daftar Saran

(Panduan Guru Fase 4)

 

Apa yang tidak digunakan/dibuang  Keluarga Apa yang terbuang Terbuat dari apa Terbarukan atau tidak terbarukan Apa pilihan yang terbaik
Contoh : 250  kantong sampah Plastik Minyak bumi Tidak terbarukan Menggunakan kotak kardus

 

 

 

Rubrik

 

Rubrik merupakan salah satu teknik dalam asessmen alternatif, namun apabila dikaitkan dengan kegiatan yang dilakukan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam dunia nyata atau dalam kehidupan sehari-hari, maka rubrik merupakan salah satu teknik dalam asesmen autentik. Rubrik bisa dikelompokkan dalam kontek asesmen akternatif sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran seutuhnya.

Rubrik dalam arti yang sederhana diartikan sebagai pedoman penskoran (scoring guide) yang disusun guru sebelum tugas diberikan, sehingga memungkinkan guru membuat keputusan yang dapat dipercaya tentang karya siswa dan membolehkan siswa menilai dirinya sendiri.

Rubrik merupakan perangkat deskripsi suatu tugas atau suatu proses dan mungkin juga suatu kontinum kualitas dari yang tidak baik sampai yang terbaik, yang menjadi dasar keseluruhan skor suatu tugas, pekerjaan, karya atau unjuk kerja/performans atau belajar.

Rubrik dapat dibedakan atas :

  • rubrik analisis (analytic rubric), hanya menggambarkan dan menilai bagian dari suatu produk yang telah selesai.
  • rubrik holistik (holistic rubric), memandang suatu produk/pekerjaan secara menyeluruh.

Suatu rubrik dikatakan baik apabila:

  • terfokus pada satu atribut
  • menunjukkan gradasi yang jelas tentang skala, baik secara kualitatif maupun kuantitatif
  • mengkomunikasikan standar kepada siswa sehingga dapat digunakan secara bersama

Pedoman penskoran biasanya telah selesai sebelum penilaian dilakukan. Pedoman tersebut diedarkan dan atau disampaikan kepada peserta didik, sehingga peserta didik mengetahui secara benar dan tepat apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana mereka dapat mencapai nilai terbaik.

Pedoman skoring rubrik adalah tipe asesmen formatif karena asesmen ini sebagai bagian dari proses belajar dan pembelajaran, namun dapat juga digunakan sebagai asesmen sumatif atau dalam pemberian angka.


Daftar Nilai

Penilaian Presentasi dan Laporan Kelompok

 Kelas  :

Tema  :

 

No Nama Skor kriteria Total

Nilai

1 2 3 4 5 6 7
                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   

 

Keterangan

Kriteria:

1       =  perumusan / penguaraian masalah

2       =  apa yang kita tahu

  • = informasi dan /atau perlengkapan yang dibutuhkan
  • = apa yang harus kita lakukan untuk memecahkan masalah
  • = solusi masalah
  • = presentasi solusi
  • = menulis laporan

 

Point

  • = jauh di bawah standar
  • = di bawah standar
  • = pada standar
  • = melebihi standar

 

                               Skor yang diperoleh 

Total Nilai =   —————————- x 100%

                                Skor Maksimal

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s