Keluarga kecil kami

Santai

tidak terasa cepat berlalu..begitu banyak moment dalam hidup ini…. semuanya penting…

Iklan

ALL ABOUT PISA & TIMSS

Mungkin pembaca jarang mendengar tentang PISA dan TIMSS. Barangkali para pendidik seperti guru dan dosen juga kurang akrab dengan hal ini. Saya mencoba merangkumnya untuk pembaca dalam bentuk peta pikiran. Mudah-mudahan setelah mempelajari peta pikiran yang saya buat bisa membuat pembaca mengenal sedikit banyaknya tentang PISA dan TIMSS ini. Yang pasti kedua kegiatan ini untuk mengukur literasi pada siswa di seluruh dunia. Siswa yang dikaji adalah siswa usia 15 tahun(untuk PISA) dan siswa kelas 4 dan kelas 8 (untuk TIMSS). Literasi yang dilihat adalah literasi matematika, sains dan bahasa. Karena saya berlatar pendidikan sains, maka literasi yang dibuat berkaitan dengan bidang ini. Namun demikian literasi ini saling berkaitan, literasi bahasa berkaitan dengan kemampuan siswa dalam memahami apa makna/ konsep yang tersirat dari bacaan yang dibacanya. Mungkin anak-anak Indonesia sudah pandai membaca sebelum masuk SD, tetapi apakah mereka paham dengan apa yang dibacanya. Jika literasi bahasanya tinggi, biasanya literasi sains juga akan tinggi. Nah selamat membaca.

LITERASI SAINS OK

PISA

Analisis Hasil TIMSS

FRAMEWORK PISA

TIMSS

Hakikat IPA

Alhamdulillah, pembaca blog ini hampir 8000 orang sewaktu tulisan ini dibuat tanggal 23 may 2014. Dua tahun setelah blog ini dibuat. Terima kasih, mudah-mudahan apa yang ditulis memberi manfaat bagi yang membacanya. Walaupun ada yang meninggalkan komentar ada juga yang tidak. Setelah saya lihat-lihat apa yang sering dibaca, hakikat IPA menjadi primadona. Saya tidak tahu apakah yang membacanya adalah mahasiswa saya atau para pembaca yang punya perhatian dengan bidang IPA. Saya mencoba membuat peta pikiran dan power point tentang hakikat IPA dan pembelajarannya, semoga semakin membantu pemahamannya. Selamat membaca.

Hakikat IPA pembelajaran iPA hakikat IPA

 

Renungan bagi Orang tua dan Guru

Pagi ini saya membaca sebuah artikel di koran online. Sebagai seorang pendidik, saya jadi ikut tersentak membaca artikel ini. Selama ini sebagai orang tua dan pendidik kita selalu menyalahkan, mencari kambing hitam. Padahal apa yang kita terima/alami hari ini adalah hasil dari apa yang kita lakukan baik sendiri maupun bersama-sama sebagai bagian sebuah bangsa atau komunitas/masyarakat.

Sebetulnya saya ingin berbagi tulisan itu di FB, tetapi karena jaringannya lelet, gagal terus. tulisan itu saya simpan dan saya ingin para pembaca juga ikut membaca artikel yang saya baca ini.

Artikel itu merupakan tulisan dari penulis favorit saya, Asma Nadia. tanpa mengurangi atau menambah saya bagi tulisan ini untuk pembaca semua.

Baca lebih lanjut

PENDIDIKAN BIOLOGI BERBASIS IMTAQ SEBAGAI USAHA PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA

Abstrak
Indonesia’s education system hasn’t been able to reflect the learners and educational output character. One cause is the paradigm the teacher who assumes coaching Morals as the character formation of students in the school as a teacher of religious education task. Coaching these characters could be done by science teachers particularly biology, according to the purpose of the first biological subjects. Biology teacher responsible for teaching the values of Islam (imtaq) in the material he teaches. To cultivate ketaqwaannya, then all learner activities; think, feel, behave, and act responsibly (BMB3) will be based on the values ketaqwaan. This will form the learners character illustrated in appearance everyday.

Tulisan ini sudah diterbitkan di Jurnal Ta’dib, Jurnal Ilmu Pendidikan. Volume 16. No. 1 (Juni 2013). Sayangnya, saya belum berbagi tulisan, karena alamat website dari  jurnalnya belum punya. Harap maklum.

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN SAINS DITINJAU DARI ASPEK GURU

Abstract

Science Education in Indonesia is still poor. There are many components involved in science education such as the teacher. The myriad flaws of the teacher’s factor must be addressed: the intake of low teacher, teachers’ commitment, performance, the level of teacher education, etc. These are caused by low performance of the principal and the Superintendent and the policies of the Government.  To overcome these problems, then, it is necessary to improve the following program including training and tutorial programs, etc.  It is expected that through the efforts of increasing teacher’s quality will improve students’ science literacy.

ini adalah tulisan yang diterbitkan di http://journal.tarbiyahiainib.ac.id. Vol 20, No 1 (2013). jika ada yang ingin membacanya silahkan kunjungi e journal ini. terima kasih.

USAHA MENGATASI PROBLEMATIKA PENDIDIKAN SAINS DI SEKOLAH DAN PERGURUAN TINGGI

Abstract

Science holds an important role in the age of globalization. Countries that ruled the science will dominate the economy. Indonesia including State lagging in science and technological literacy. A lot of things that cause less maximum learning science during this time. Eleven science education policy issues from Unesco in 2008, all the problems of the science education in Indonesia. The largest factor is the teacher, then the policy leadership and Government. Attempts to overcome this of course relates to the improvement of the quality of teachers and better government policy prioritizing science education

ini adalah tulisan saya yang diterbitkan di  http://journal.tarbiyahiainib.ac.id.  Vol 19, No 1 (2012).  jika ada yang berminat membaca silahkan di unduh pada e journal tersebut. terima kasih.