Sekolah buat siapa?

setiap tahun ajaran baru orang tua akan sibuk mendaftarkan anaknya ke sekolah. Bagi orang tua yang anaknya selesai TK, akan mendaftarkan anaknya ke SD/MI. Yang tamat SD/MI akan mendaftarkan anaknya ke SMP/MTs, dan bagi yang tamat SMP/MTs akan mendaftarkan anaknya ke SMA/SMK/MA.

Disinilah persoalannya, yang semangat itu terkadang orang tuanya, bukan anaknya. Orang tua akan sibuk tanya kiri kanan – mana sekolah yang favorit- dengan asumsi sekolah favorit fasilitas lebih lengkap dan berhasil masuk ke sana orang tua lebih bahagia?

Anak sendiri bagaimana? tentu ada yang bercita-cita ingin belajar di sekolah favorit. tapi tidak semua anak.
banyak kasus sekolah favorit lebih berdasarkan banyaknya anak-anak yang diterima di PT yang bagus atau banyaknya anak yang mempunyai nilai UN tinggi.
atau banyak alasan lain, itu semua kembali ke individu masing-masing.

Yang kita lupa, sekolah untuk memanusiakan manusia, mendidiknya dengan nilai-nilai yang baik, disamping pengetahuan dan ketrampilan yang akan mereka bawa dalam kehidupan nanti setelah dewasa.

sudahkah lembaga-lembaga pendidikan seperti itu? saya rasa belum seperti itu. kalau dikemukakan fakta dan datanya banyak sekali, silahkan saja buka jurnal-jurnal pendidikan hasil penelitian.

saya yakin semua kita sudah punya penilaian sendiri-sendiri tentang sekolah-sekolah favorit yang ada di daerah masing-masing. betulkah lebih banyak menanamkan nilai-nilai kebaikan atau lebih banyak mengejar aspek kognitif?

masih banyak yg mau ditulis, tapi dada ini sudah sesak karena terlalu banyak kegelisahan yang tidak menemukan jawabannya.
lain kali di sambung lagi.

atau ada uneg-uneg yang mau disampaikan juga? silahkan di lanjutkan.

Iklan

belajar sepanjang hayat

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi, membuat kita sebagai pendidik dan pengajar harus terus belajar. Kalau tidak, kita akan ketinggalan informasi terutama dari anak didik.

guru gagap teknologi, sudah tidak masanya lagi, apalagi tidak mau peduli dengan perkembangan teknologi informasi ini.

Teknologi Informasi sangat besar pengaruhnya terhadap pesrta didik, tidak bisa diabaikan, tidak bisa dianggap lawan, tetapi harus menjadi bagian dalam kegiatan pembelajaran.

Guru harus mau belajar, tidak boleh malu bertanya demi kemajuan diri.

SELAMAT BELAJAR …