Catatan Metodologi Penelitian

HAND-OUT

 

Matakuliah : Metodologi Penelitian

oleh : Milya Sari. S.Pd., M.Si

 

Pengertian Metodologi Penelitian

Metodologi terdiri atas kata method dan logos. Method berarti cara dan logos berarti ilmu, jadi ilmu tentang berbagai cara. Penelitian berarti teliti, dalam bahasa Inggris researchre berarti  ulang dan search berarti mencari, jadi mencari berulang-ulang. Maka jika dibuat definisinya metodologi penelitian berarti  ilmu yang mempelajari tentang berbagai cara untuk mencari/ menemukan sesuatu/ kebenaran secara beruang-ulang (melalui peneliitian). Kenapa kebenaran dicari berulang-ulang karena berkaitan dengan pengetahuan yang selalu berkembang.

Tujuan belajar metodologi penelitian

Mahasiswa sebagai peserta didik di perguruan tinggi sebelum menamatkan pendidikannya dan memperoleh gelar kesarjanaannya terlebih dahulu harus membuat karya ilmiah. Karya ilmiah ini dalam bentuk skripsi untuk mahasiswa S1, tesis untuk mahasiswa S2 dan disertasi untuk mahasiswa S3. Ke tiga karya ilmiah tersebut berbeda dengan paper atau makalah dalam hal prosedur pembuatannya.

Sebagai sarjana (sarjana pendidikan fisika) maka diharapkan nantinya bisa menjadi guru yang baik. Dan salah satu kompetensi seorang guru adalah bisa merancang dan melaksanakan kegiatan penelitian yang berhubungan dengan PBM. Sebagai seorang sarjanapun ia juga tidak boleh puas dengan ilmu yang ada, tapi harus selalu belajar karena ilmu pengetahuan  selalu berkembang. Untuk sarjana sejarah diharapkan dengan mempelajari masa lalu bisa melihat sebab-akiat dari peristiwa yang terjadi di masa lampau untuk pelajaran dimasa sekarang dan akan datang.

Tetapi mempelajari metodologi penelitian tidak hanya untuk membuat skripsi, tetapi juga bisa untuk membuat penelitian yang lain. Jadi materi dalam mata kuliah ini harus dipahami dan dipraktekkan, bukan untuk dihafal.

Dasar penelitian

Penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran tersebut bersifat relative sepanjang terjangkau oleh akal manusia atau diterima oleh manusia secara universal.

Cara penelitian secara ilmiah jika;

  1. logis
  2. sistematik
  3. universal
  4. berulang (bisa diajarkan pada orang lain atau bisa dikerjakan oleh orang lain)

penelitian ilmiah bukan berarti tanpa ada salah, makanya disetiap penelitian ilmiag ada standar terhadap tingkat kesalahannya 1 atau 5 %.

Cara berfikir ada juga yang tergolong tidak ilmiah, antara lain;

  1. kebetulan. Selanjutnya bisa jadi ilmiah jika diujikan lagi secara berulang-ulang dan terbukti kebenarannya)
  2. trial end error
  3. otoritas
  4. orator

Ada juga yang memasukkan wahyu sebagai kebenaran yang tak ilmiah. Namun yang jelas kebenaran yang berasal dari wahyu (Al Qur’an) itu mutlak karena berasal dari Allah. Harus diterima, diyakini dan diamalkan, sera menjadi sumber ilmu bagi yang beragama.

Beda metoda dan metodologi

Metodologi adalah ilmu tentang berbagai cara, sedangkan metoda adalah cara. Jadi metoda adalah bagian dari metodologi. Contohnya adalah berbagai cara memotong. Memotong bisa dengan cara mengunting dengan gunting, menggergaji dengan gergaji, dll. Atau metodologi pengajaran, berhubungan dengan berbagai cara yang bisa digunakan untuk mengajar. Mengajar bisa dengan metoda ceramah, diskusi, dll.

Jenis dan metoda penelitian

Jenis penelitian banyak sekali antara lain deskriptif, eksperimen, tindakan,  dll. Dan apapun jenis penelitian yang kita pilih tergantung masalah apa yang akan kita teliti.   Ada beberapa metoda/ pendekatan yang bisa kita gunakan untuk menjawab masalah dalam penelitian kita. Metodanya bisa secara kuantitatif yang lebih menekankan kepada jumlah/banyaknya data atau kualitatif yang lebih menekakan kepada mutu dari sumber data. Tak ada satu metoda yang lebih baik dari yang lain, karena semua itu tergantung kepada “apa yang menjadi masalah dalam penelitian kita”. Jika metoda yang dipilih ada kekurangan/ kelemahannya bisa kita lakukan penggabungan ke dua metoda (mixing) tersebut.

Alasan orang melakukan kegiatan penelitian adalah karena ‘rasa ingin tahu’. Rasa ingin tahu inilah yang menyebabkan lahirnya berbagai jenis  penelitian (research). Apapun jenis penelitiannya dan pendekatan yang dilakukan dalam penelitian tersebut, tujuan utama penelitian adalah mencari kebenaran. Perbedaan cara atau teknik yang dipakai disebabkan oleh adanya perbedaan cara memandang suatu masalah dan perbedaan kerangka berpikir (paradigma).

Penelitian atau riset pada hakekatnya bertujuan untuk memperoleh pengetahuan tentang sesuatu yang dianggap benar melalui proses bertanya dan menjawab. Penelitian bertitik tolak dari pertanyaan yang muncul karena adanya keraguan, dan keraguan ini yang menjadi dasar permulaan ilmu pengetahuan. Dari pertanyaan muncul suatu proses untuk memperoleh jawaban, yaitu jawaban yang dipercaya sebagai kebenaran walaupun sifat kebenarannya sementara. Jawaban yang diperoleh melalui proses seperti itu pada gilirannya akan dipertanyakan kembali, yang akan dijawab lagi melalui proses penelitian. Demikianlah penelitian itu tidak pernah berakhir sehingga ilmu pengetahuan bisa berkembang terus. Tanpa penelitian, ilmu pengetahuan tidak akan berkembang.

Jadi, hakekat metodologi penelitian tidak terletak pada apa yang kita ketahui  (atau pengetahuan), tetapi pada bagaimana kita mengetahui, walaupun pengetahuan dan cara mengetahui adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kalau kepada anda ditanyakan bagaimana bentuk planet bumi kita ini, tentu anda menjawab bahwa bumi ini bentuknya bulat. Itu adalah pengetahuan anda tentang bumi. Tetapi, kalau ditanya bagaimana anda mengetahui bahwa bumi itu bulat, maka masalahnya menjadi lain. Ini adalah masalah metodologi. Cara mengetahui inilah yang menjadi pokok pembicaraan dalam metodologi penelitian.

Kita memperoleh pengetahuan dengan dua cara:

  1. melalui orang lain (pendidikan; guru, buku-buku, teman-teman, dll)
  2. pengalaman diri sendiri secara langsung

metodologi penelitian tidak hanya berhubungan dengan pengetahuan, tetapi juga dengan ilmu pengetahuan. Karena itu metodologi pengetahuan termasuk dalam apa yang disebut dengan epistemology.

Epistemology adalah ilmu mengetahui, sedangkan metodologi (bagian dari epistemologi) dapat dikatakan sebagai ilmu menemukan. Sehubungan dengan itu, metodologi penelitian perlu melihat apa yag ingin ditemukan di dalam kerangka teoritis tertentu, agar apa yang akan ditemukan mendapatkanmaknanya.

Ada beberapa cara yang dipergunakan oleh manusia untuk memperoleh pengetahuan, antara lain:

  1. metode keteguhan
  2. metode otoritas
  3. metode apriori atau intuisi
  4. metode tradisi
  5. metode trial and error
  6. metode metafisik
  7. metode ilmiah

pengertian penelitian ilmiah

penelitian ilmiah sebagai  proses bertanya-menjawab memperhatikan peristiwa-peristiwa  empiris dalam kerangka berpikir teoritis tertentu.

Peristiwa-peristiwa empiris sebagai pusat perhatian dapat dibedakan atas gejala-gejala alam dangejala-gejala social. Gejala-gejala alam adalah peritiwa-peristiwa yan berlangsung di alam bukan karena perbuatan manusia secara langsung, misalnya gempa bumi, meletusnya gunung berapi, dan banjir. Fenomena social adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di antara dan oleh manusia, baik secara individu maupun kelompok. Penelitian terhadap gejala-gejala seperti itu disebut penelitian social.

Tujuan penelitian berdasarkan pendapat Nan Lin:

  1. menemukan hukum atau keteraturan yang bekerja di dalam gejala-gejala itu
  2. memecahkan masalah yang terdapat dalam relasi-relasi social.

Jadi penelitian mempunyai mempunyai dua macam signifikansi (pentingnya, manfaatnya), yaitu signifikansi teoritis karena ia dapat mengembangkan teori, dan signifikansi praktis karena ia dapat memberi bantuan dalam memecahkan masalah.

Jika dilihat dari segi prosesnya berdasarkan pendapat Kerlinger penelitian adalah:

Scientific reseach is systematic, controlled, empirical,and critical investigation of hypotetical proposition about the presumed relations aong natural phenomena

Jadi proses penelitian itu pertama-tama adalah menyusun hipotesis tentang hubungan-hubungan yang diperkirakan terdapat di antara fenomena-fenomena itu. Penelitian dilakukan untuk menguji hipotesis tersebut.

Ada 4 kriteria yang perlu dipenuhi dalam suatu penelitian ilmiah, yaitu:

  1. dilakukan secara sistematik
  2. dilakukan secara terkendali
  3. dilakukan secara empiris
  4. bersifat kritis

TAHAP-TAHAP DALAM PROSES PENELITIAN

Penelitian selalu dikendalikan oleh hipotesis-hipotesis sebagai jawaban sementara atas pertanyaan penelitian. Dibawah ini dikemukakan 10 tahap yang harus dilalui secara sistematik dalam suatu penelitian empiris

  1. identifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah
  2. penelaahan kepustakaan
  3. perumusan hipotesis
  4. identifikasi, klasifikasi, dan pemberian definisi variable-variabel
  5. pemilihan atau pengembangan alat pengambil data
  6. penyusunan rancangan penelitian
  7. penentuan sample
  8. pengumpulan data
  9. pengolahan dan analisis data
  10. interpretasi hasil analisis

 

Jenis-jenis penelitian dan kegunaannya

Penelitian  dapat digolongkkan menurut sudut tinjauan tertentu. Antara lain, menurut bidangnya (pendidikan, pertanian, dll); tempatnya (laboratorium, lapangan, pustaka, dll); pemakaiannya (murni dan terapan).  Namun penelitian ini bisa juga dikelompokkan berdasarkan sifat permasalahanya, antara lain penelitian:

a.    Deskriptif (descriptive)

Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Penelitian ini tidak memerlukan administrasi atau pengontrolan terhadap suatu perlakuan. Penelitian ini juga tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan “apa adanya” tentang sesuatu variable, gejala atau keadaan. Memang ada kalanya dalam penelitian ini ingin juga membuktikan dugaan tetapi tidak terlalu lazim. Yang umum adalah bahwa penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis.

Ada beberapa jenis penelitian yang termasuk kategori penelitian deskriptif yaitu:

  • penelitian survai (survey studies),

penelitian jenis ini pada dasarnya mempelajari berbagai variable suatu populasi melalui sample, karena jarang sekali dan hamper tidak mungkin seorang peneliti mengumpulkan data dari seluruh populasi. Dalam sebuah survey yang sangat penting adalah keakuratan peneliti mengidentifikasi karakteristik populasi melalui sample. Dengan kata lain, sejauh mana peneiti mampu menggambarkan karakteristik sample yang dipilih, dan gambaran itu sama dengan karakteristik populsi yang diwakili. Ini berarti  bahwa kesimpulan yang dibuat tentang sanpel dapat digeneralisasikan pada populasi.  Makin tinggi kemampuan generalisasi berarti makin sahih temuan penelitian.  Penelitian survey pada hakekatnya dapat dipakai untuk segala jenis populasi namun yang sering menjadi fokusnya adalah manusia, fakta-fakta penting tentang manusia beserta keyakinan, pendapat, sikap, motivasi, dan tingkah lakunya.

  • studi kasus (case studies),

Dalam  penelitian studi kasus, peneliti mencoba menggambarkan subjek penelitian di dalam keseluruhan tingkah laku itu sendiri beserta hal-hal yang melingkunginya, hubungan antara tingkah laku  dengan riwayat timbulnya tingkah laku tersebut.

Di dalam studi kasus peneliti mencoba untuk mencermati individu atau sebuah unit secara mendalam.  Peneliti mencoba menemukan semua variable penting yang melatar belakangi timbulnya serta perkembangan variable tersebut. Penelitian kasus hanya mempermasalahkan kejadian sekarang ditinjau dari masa silam, tanpa membicarakan perkembangan kejadian dari waktu ke waktu.

  • penelitian perkembangan (developmental studies),

Penelitian yang mencoba  mengetahui perkembangan subjek, misalnya bagaimana bayi yang berkembang ditinjau dari fisik dan psikisnya, perkembangan kurikulum dari waktu ke waktu, dll.

  • analisis dokumen (documentary analyses),

Penelitian yang dilakukan terhadap informasi yang didokumentasikan dalam rekaman, baik gambar suara tulisan atau lain-lain bentuk rekaman. Biasa dikenal dengan penelitian analisis dokumen atau analisis isi (content analisys). Dengan analisis isi ini peneliti bekerja secara ojektif dan sistematis untuk mendeskripsikan isi bahan komunikasi melalui pendekatan kuantitatif.

  • penelitian kerelasional (correlation studies)

Merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua atau beberapa variable. Dengan teknik korelasi seorang peneliti dapat mengetahui hubungan variasi dalam sebuah variable dengan varibel yang lain. Besarnya atau tingginya hubungan tersebut dinyatakan dalam bentuk koefisien korelasi. Dalam penelitian ini menerangkan sejauhmana dua atau lebih variable berkorelasi.

  • Eksperimen (experimental)

Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari  ‘sesuatu’ yang dikenakan pada sudjek  selidik. Dengan kata lain pelitian eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat. Caranya adalah dengan membandingkan  satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan.

  • Sejarah (historical)

Penelitian sejarah dalam bidang pendidikan merupakan penelitian yang menelaah dokumen serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Dengan mempelajari sesuatu yang telah lampau para sejarawan pendidik berharap dapat memahami keadaan, praktek pendidikan dengan baik dan selanjutnya dapat memecahkan permasalahan yang timbul saat sekarang dengan mengacu pada pengalaman lama.

  • Tindakan (Action)

Yang menjadi focus penelitian ini adalah bagaimana hasil sebuah penelitian (teori) dapat segera dimanfaatkan pada situasi atau kasus tertentu, bukan penemuan atau pengembangan sebuah teori, dan bukan pula pengaplikasian teori itu secara umum. Ini berarti bahwa action research bergerak pada skala-skala local, dan akan dinilai sebatas pemakaiannya secara local pula.

Penelitian pada hakekatnya bertujuan untuk menemukan sesuatu. Dalam prosesnya untuk sampai ke sasaran tersebut, seseorang dapat menggunakan teknik  atau pendekatan (Approach) yang berbeda-beda pula. Ada beberapa pendekatan  yang bisa digunakan, yaitu:

  1. Induktif (inductive)
  2. Deduktif (deductive)
  3. Kuantitatif (quantitative)
  4. Kualitatif (qualitative)
  5. Mixing  (quantitative – qualitative)

Pendekatan (metoda) Induktif

Peneliti tidak bertolak dari sebuah hipotesis atau dugaan-dugaan, tidak berangkat dari sebuah apriori, tetapi bekerja mencari dan mengumpulkan data atau informasi yang relevan serta mencukupi jumlahnya, menganalisa data itu dan berdasarkan kajian yang mendalam, menarik kesimpulan-kesimpulan, merumuskan teori, meformulasikan dalil dan sebagainya. Dengan kata lain peneliti belum akan membuat suatu pernyataan sebagai hasil temuan penelitian sebelum data diperoleh, diolah, dan hasilnya diuji lagi

Pendekatan deduktif

Metoda deduktif untuk mendapatkan jawaban atas masalah atau pertanyaan penelitian, memulai langkahnya dengan praduga-praduga, kesimpulan-kesimpulan sementara yang dilahirkan dalam bentuk hipotesis. Ini dilakukan dengan dasar teori-teori yang telah ada, dengan menerka hubungan-hubungan variable yang lebih dahulu sudah diketahui secara teoritis dengan bimbingan hipotesis yang telah disusun itu, dicari dan dikumpulkan data yang dianggap relevan, kemudian dianalisis untuk membuktikan apakah hipotesis yang dibuat dapat diterima atau ditolak.

Pendekatam kualitatif dan kuantitatif

Seolah-olah telah terjadi dua kubu, kualitatif atau kuantitatif, yang masing-masing ingin mengatakan bahwa pendekatannyalah yang lebih efektif dan akan menemukan temuan yang lebih valid, reliable, dank karena itu lebih pantas digunakan dalam mencari kebenaran (truth/reality). Padahal begitu banyak persoalan yang dapat diungkapkan dari kedua pendekatan ini. Dengan mengidentifikasi karakteristik masing-masing metoda dalam hal apa keduanya bersamaan, dan dimana terdapat perbedaan, diharapkan kita dapat memilih metoda mana yang lebih sesuai untuk mencari jawaban masalah penelitian tertentu.

Karakteristik penelitian kuantitatif dan kualitatif

No

Kuantitatif

Kualitatif
1 Pola pencarian kebenaran dari luar (discovery from the outside) Pola pencarian kebenaran dari dalam (inquiry from the inside)
2 Mengisolasi variable-variabel dan kemudian menghubungkannya dalam hipotesis dan selanjutnya menguji hipotesis itu dengan data yang diumpulkan Memulai kegiatannya dengan konsep-konsep yang sangat umum dan selama proses penelitian, konsep-konsep yang sangat umum itu diubah-ubah dan direvisi sampaibertemu suatu kesimpulan yang sangat kuat. Dengan kata lain, variable ditemukan dan dirumuskan kemudian, bukan di awal
3 Variable-variabel menjadi alat atau komponen utama dalam melakukan analisis Variable merupakan produk penelitianyang tentunya ditemukan kemudian
4 Dalam kegiatannya, memandang melalui lensa kecil dan melihat,memilih serta memperhatikan hanya beberapa buah variable saja Dalam kegiatannya menggunakan lensa besar dan menampak serta memperhatikan pola-pola saling berhubungan antara berbagai variable yang sebelumnya belum pernah ditentukan
5 Dalam pengumpulan data, menggunakan instrument yang ditentukan terlebih dahulu, instrument pada dasarnya sangat tidak flkesibel dan juga tidak reflektif, yaitu tidak mengandung interpretasi Dalam pengmpulan data, menjadikan peneliti sendiri instrument penelitianuntuk mengumpulkan data atau informasi. Peneliti sendiri diminta supaya luwes, dan mampu membuat atau memberikan pandangan sendiri atas hal-hal atau fenomena yang dilihatnya.
6 Menuntut jawaban yang pasti, jelas dan tidak ambigu dan oleh karena itu instrument dalam bentuk kuesionermungkin sanagt tepay dalam pengumpulan data Masalah penelitian tidak dapat diformulasikan secara jelas, dan jawaban dari responden sangat kompleks, sehingga wawancara mendalam(in-depth interview) mungkin sangat efektif sebagai alat pengumpul data
7 Bermain dengan angka-angka, yaitu mengaktualisasikan karakteristik sample terhadap populasi, dan mengangkakan karakteristik variable-variabel penelitian. Tertarik dengan konsep-konsep, bukan berapa kalinya sesuatu. Dengan kata lain, penelitian kualitatif lebih mengutamakan, misalnya pencarian penyebab kenapa dua orang anak berkelahi dan saling mendendam dari pada berapa kali mereka berkelahi, dan lebih tertari dengan bagaimana proses perdamaian telah berlangsung dari pada kenyataan bahwa perdamaian sudah tercapai melalui 3 kali perundingan.
8 Kelihatannya dihubungkan dengan ilmu-ilmu alamiah (natural sciences) sehingga metoda ini dianggap sebagai metode ilmiah, dan mengganggap metode kualitatif yang tidak dihubungkan dengan ilmu-ilmu alamiah, tidak ilmiah (unscientific)
9 Desain peneltian bersifat tetap (permanent), misalnya, besarnya sample, dan siaa yang dan bagaimana memperoleh sample, pada umumnya tidak dapat diubah-ubah Desai penelitian hanya bersifat sementara dan diubah terus menerus selama proses penelitian
10 Hasil penelitian dirumuskan hanya berdasarkan data yang ada Hasil penelitian dirumuskan setelah dikonsultasikan, dimusaywarahkan dan disepakati bersama antara peneliti dan responden
11 Pengindentifikasian variable, dan perumusan hipotesis pada umumnya didasarkan pada teori-teori atau konsep-konsep yang telah ada Perujukan teori dan konsep seperti itu sangat dibatasi pada langkah-langkah awal, tetapi teori atau konsep itu dipakai dalam analisis datadan perumusan pola-pola temuan
12 Dalam pendekatannya, diasumsikan peneliti tahu arti suatu perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang yang sedang diteliti Arti atau makna suatu tingkah laku menurut orang yang melakukannya bukanmenurut orang yang meneliti
13 Perumusan konsep,teori dan kesimpulan dalam penelitian dilakukan dengan metode deduktif Menggunakan metode indukti. Teori dibangun dari bawah (grounded  theory)
14 Proses penilaian seyogianya bebas dari pengaruh nilai, bebas nilai (value free) Mengakui tidak mungkin bebas nilai (value bound)
15 Dalam penulisan laporan, peneliti lazimnya bermain dengan table-tabel data analisis statistic, dan grafik Bermain dengan kata untuk menyampaikan makna
16 Pekerjaan didasarkan pada ‘realistic epistemology’ yang beranggapan bahwa apa yang dikatakan sebagai suatu ‘truth’ itu persis sama dengan benda atau kenyataan yang sebenarnya, karena suatu kesimpulan yang dibuat harus benar-benar akurat dan menyimpulkan realitanya Pekerjaan bersifat ‘idealistic’ yang berpandanganbahwakita tidak mungkin mampu menyimpulkan realita itu, karena realita itu jumlahnya mungkin sama dengan jumlah orang. Dengan kata lain, setiap orang punya realita sendiri.

Metoda gabungan (mixing methods)

Banyak ahli berpendapat bahwa penggunaan ‘multiple research strategies’ patut dipertimbangkan dalam usaha menjawab secara lebih baik suatu masalah penelitian (research problem). Barangkali tidak ada satu rangcangan penelitian (research design) yang secara universal sempurna. Persoalannya terletak pada kecocokan rangcangan penelitian dengan masalah penelitian (appropriateness of a design or method for the research question). Oleh karena masing-masing metoda atau pendekatan, kualitatif atau kuantitatif, punya kelemahan disamping keunggulannya, maka untuk memperoleh hasil yang maksimal, ‘mixing methods’ merupakan pendekatan alternative.

Penggabungan kedua metoda, kualitatif dan kuantitatif,  dapat berbentuk  integrasi (integration) atau komplimenter (complimentary). Dikatakan integrasi apabila penggabungan itu berfungsi sebagai usaha untuk lebih menjamin validitas internal (internal validity) kesimpulan yang dibuat tentang data yang dikumpulkan. Penggabungan dikatakan bersifat komplimenter karena setiap set data yang diperoleh dan diolah, mungkin menunjukkan ketidak konsistenan (inconsistency). Maka kelemahan ini dapat diperbaiki dan dikoreksi dengan metoda lain.

Penelitian kualitiatif dalam pendidikan

Masalah-masalah yang muncul dalam pendidikan berkenaan dengan proses pendidikan dan hasil-hasil yang diperolehnya. Bagaimana proses itu terjadi? Merupakan kajian utama penelitian kualitatif. Pendidikan tidak saja diukur dalam bentuk numeric (angka-angka) secara statistic, lebih dari itu, karena melibatkan komponen manusia, perlu pengkajian mendalam yang berkaitan dengan kualitas proses, efisiensi, dan efektifitas proses terhadap perubahan-perubahan perilaku individu, khususnya anak didik dan tenaga kependidikan.

Data kualitatif dalam bidang pendidikan sangat bermanfaat untuk menemukan hakikat dan makna yang terkandung dalam proses pendidikan. Bagaimana proses pendidikan berlangsung, bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi  dalam proses tersebut, bagaimana interaksi guru-siswa dan siswa-siswa dalam proses pembelajaran, bagaimana sumber-sumber belajar dioptimalkan dalam PBM, bagaimana guru menangani kesulitan belajar siswa, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang semuanya itu menghasilkan data data kualitatif untuk menganalisis masalah dalam pendidikan.

 Pengukuran kuantitatif terhadap pertanyaan pertanyaan tersebut seringkali menghilangkan makna yang sebenarnya terjadi dilapangan, bahkan lebih dari itu, data yang diperoleh secara kuantitatif berdimensi tunggal, padahal  dalam kenyataan dilapangan, suatu proses yang terjadi berkaitan erat dan saling mempengaruhi antara satu factor dengan factor yang lain.

Permasalahan yang diangkat dalam bidang pendidikan antara lain berkenaan dengan bidang ;

  1. tenaga kependidikan
  • bagaimana guru melaksanakan tugas?
  • bagaimana guru mengatasi kesulitan belajar siswa?
  • bagaimana usaha pihak sekolah dalam meningkatkan kemampuan guru-gurunya? Dll
  • bagaimana peran dan partisipasi orang tua murid dalam pendidikan anaknya di sekolah?
  • Bagaimana pengaruh nilai-nilai bidaya masyarakat setempat terhadap proses dan kegiatan belajar anak di sekolah? Dll
  • bagaimana penerapan KTSP dalam pengajaran berbagai bidang studi?
  • Bagaimana sekolah membina hubungan dengan masyarakat? Dll
  1. anak didik
    • bagaimana cara siswa belajar di sekolah dan rumahnya?
    • bagaimana cara siswa bergaul dengan teman-temannya?
    • bagaimana sikap siswa terhadap guru dan mata pelajaran di sekolahnya? Dll
  2. lingkungan pendidikan
  1. kurikulum dan system pendidikan

 

Pertanyaan-pertanyaan di atas menuntut data dan informasi yang mendalam berdasarkan apa adanya yang terjadi dalam prakteknya sehari-hari. Kondisi yang sebenarnya terjadi hanya mungkin diperoleh secara mendalam dari ungkapan verbal orang-orang yang terliat didalamnya, pencatatan yang cermat dari apa yang terjadi, diskusi dan kaji ulang informasi yang diperoleh, analisis komparasi dengan situasi dan kegiatan yang sama atau dengan sumber lain. Dan semua ini merupakan ciri penelitian kualitatif.

 

Yang paling penting dalam penelitian adalah:

Seorang peneliti benar-benar mengerti dan menghayati masalah penelitiannya, dan seorang peneliti harus menyesuaikan dan memilih suatu metoda atau pendekatan berdasarkan masalah penelitian. BUKAN menyesuaikan dan memilih masalah penelitian karena metoda atau atas pertimbangan metoda.

PROPOSAL PENELITIAN

 Proposal merupakan pedoman kerja, gambar atau peta perjalanan lengkap yang akan dilalui selama peneliti melakukan kegiatannya. Dalam membuat proposal penelitian dituntut untuk merumuskan dengan jelas apa tujuan yang ingin dicapai. Disamping itu disebutkan juga ha-hal yang berhubungan dengan kegiatan penelitiannya antara lain: latar belakang diadakannya penelitian, masalah, hipotesis (jika ada) dan metodologi yang dipakai.

Proposal penelitian merupakan suatu rencana tertulis yang akan diikuti dengan kegiatan nyata. Proposal ini masih merupakan rancangan yang bersifat  tentative (ada kemungkinan untuk berubah). Meskipun bersifat tentative, namun harus sudah mencakup gambaran mengenai kegiatan penelitian yang akan dilakukan. Secara garis besar proposal penelitian berisi hal-hal berikut ini:

  1. latar belakang penelitian

dalam bagian latar belakang penelitian atau yang kadang-kadang dikategorikan sebagai bagian pendahuluan ini dijelaskan mengenai apa yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian. Biasanya alas an yang diajukan oleh peneliti adalah adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan (keadaan yang ideal atau yang semestinya) dengan keadaan yang ada pada saat penelitian tersebut akan dilakukan

 

  1. rumusan masalah penelitian

problematika/ masalah merupakan kunci dari kegiatannya. Dari masalah penelitian inilah tujuan penelitian, hipotesis, populasi dan sample, teknik untuk mengumpulkan dan menganalisis data ditentukan. Masalah penelitian merupakan pertanyaan yang dijadikan tonggak bagi peneliti untukmelakukan penelitian. Sebelum masalah dirumuskan terlebih dahulu harus diberi batasan.

Batasan masalah merupkan sejumlah masalah yang merupakan pertanyaan penelitian yang akan dicari jawabannya melalui penelitian. Jadi batasan masalah adalah batasan permasalahan.

Untuk sampai pada batasan masalah, peneliti terlebih dahulu harus mencoba mendaftar sebanyak-banyaknya masalah yang menjadi ganjalan di dalam pikirannya, yang sekiranya dapat dicarikan jawabannya melalui  kegiatan penelitian yang akan dilakukan. Tahap ini dinamakan tahap identifikasi  masalah. Dari banyak masalah-masalah yang berhasil didaftar atau diidentifikasikan tersebut, dengan menyesuaikan diri pada keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki, peneliti hanya memilih satu atau beberapa masalah yang dipandang penting dan berguna untuk dicarikan pemecahannya. Tahap inilah yang disebut dengan batasan masalah.

Secara urut maka tahap penelitian dalam memilih masalah penelitian adalah sebagai berikut:

    • peneliti merasakan ada ganjalan dalam pikirannya. Peneliti merasakan adanya masalah yang perlu dipecahkan melalui penelitian
    • peneliti mencoba mendaftar sebanyak-banyaknya masalah yang dapat dicari jawabannya melalui penelitian (identifikasi masalah)
    • peneliti memilih satu atau lebih masalah yang akan dicari jawabannya melalui penelitiannya (batasan masalah)
  1. tujuan penelitian dan kegunaan penelitian

apabila masalah penelitian menunjukkan pertanyaan mengenai apa yang tidak diketahui oleh peneliti untuk dicari jawabannya melalui kegiatan penelitiannya, maka tujuan penelitian menyebutkan tentang apa yang ingin diperoleh. Oleh karena itu masalah dengan tujuan penelitian hubungannya sangat erat

  1. hipotesis

dengan didahului oleh telaah teori dan penemuan sebelumnya peneliti dapat mengemukakan perkiraan manakah di antara alternative jawaban tersebut yang paling mendekati kebenaran. Jika  perkiraan yang dinggap paling tepat telah dipilih, maka peneliti dapat mengajukan sebuah dugaan jawaban atau jawaban sementara dan masih harus dibuktikan kebenarannya.

  1. metodologi penelitian

dalam bagian ini peneliti diharapkan menyebutkan sekali lagi dengan jelas apa yang menjadi variable penelitiannya. Penyebutan variable ini dimaksudkan agar peneliti sendiri mantap dengan variable yang akan diteliti sehingga pandangan hati dan pikirannya tertuju ke sana karena variable penelitian merupakan sesuatu yang menjadi objek sasaran atau titik pandang dari kegiatan penelitian. Sesudah peneliti mantap dengan variable yang dipilih, maka mereka dapat memilih instrument yang akan digunakan untuk mengumpulkan data, rencana tentang populasi dan teknik sampling yang dipilih, serta disain penelitian yang akan diambil.  Tinggi rendahnya kualitas hasil penelitiannya sangat ditentukan  oleh ketepatan peneliti dalam memilih metodologi penelitiannya.

 

Dengan memiliki proposal penelitian peneliti telah memiliki peta perjalanannya dengan mantap. Proposal berisi: latar belakang permasalahan , masalah, tujuan, hipotesis (jika ada), uraian tentang metodologi penelitian yang berisi penjelasan mengenai populasi dan sample, instrument pengumpul data teknik analisis data yang terkumpul dan langkah-langkah penelitian serta penjadwalannya. Personalia dan pembiayaan penelitian seringkali juga disebutkan dalam penelitian jika ada sponsor yang memberikan bantuan biaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s