Hakikat IPA (2)

IPA di pandang sebagai sikap ilmiah, proses ilmiah dan produk ilmiah.

Kata Sains berasal dari kata Scientia yang artinya  saya tahu. Istilah sains (yang dalam bahasa inggris : science) mula-mula diartikan sebagai pengetahuan dan kemudian berkembang menjadi natural science (IPA atau ilmu kealaman). Dengan demikian kata science diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah IPA atau sains. IPA didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen, pengamatan, dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur, berlaku umum (universal), dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. Merujuk pada pengertian IPA itu, maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi 3 unsur utama yaitu:

  • sikap: rasa ingin tahu tentang benda, fenomena alam, makhluk hidup, serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar; IPA bersifat open ended. Artinya IPA sebagai pengembangan sikap ilmiah, maksudnya melalui IPA mampu membangun sikap-sikap ilmiah siswa
  • proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah; metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis, perancangan eksperimen atau percobaan, evaluasi, pengukuran, dan penarikan kesimpulan; dan aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. Artinya IPA sebagai proses yang berupa cara-cara bagaimana memperoleh, mengembangkan, merumuskan, memecahkan, dan mempublikasikan konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan hukum-hukum IPA.
  • produk: berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum; artinya IPA sebagai produk/hasil yang berupa konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan hukum-hukum IPA.

Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jadi IPA berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Untuk mengajarkan IPA perlu pendekatan. Pendekatan dalam pembelajaran sains

¨  Pendekatan proses sains (Yg dipentingkan adalah proses untuk menguasai konsep)

  • Memperoleh ilmu harus dengan metoda ilmiah
  • Langkah2 harus berurutan
  • Hingga siswa menemukan konsep sains

¨  Pendekatan ketrampilan proses

  • Untuk menguasai suatu konsep sains dengan menggunakan berbagai ketrampilan
  • Menggunakan berbagai metoda dalam pembelajaran/ proses  sains

Kenapa ketrampilan proses sains diperlukan dalam sains karena:

  • Sains tergantung pada proses penyelidikan
  • Ketrampilan sains adalah proses belajar sepanjang hayat, untuk kehidupan sehari-hari yang melibatkan berbagai ketrampilan: Intelektual…..konsep; Manual…..psikomotor …alat-alat; Sosial……..diskusi

Peran guru dalam ketrampilan proses sains:

  • Umum

¤  Memberikan kesempatan eksploirasi

¤  Memberikan kesempatan diskusi atau elaborasi

¤  Mendengarkan pembicaraan siswa..membentuk gagasan

¤  Mendorong siswa meriview apa yg sudah dilakukan

¤  Memberikan teknik atau stategi untuk meningkatkan ketrampilan

  •  Khusus:

¤  Membantu ketrampilan observasi…dibantu dengan LKS atau matrik

¤  Membantu ketrampilan mengklasifikasi

¤  Ketrampilan komunikasi

¤  Ketrampilan interpretasi….kesimpulan dari pola

¤  Ketrampilan prediksi……..berdasarkan pola…….menarik kesimpulan dimasa datang

¤  Berhipotesis

¤  Ketrampilan menyelidiki……di labor dengan  kontrol variabel yang benar

 

Dalam penilaian internasional PISA, penguasaan terhadap IPA dikenal dengan literasi sains. Literasi sains tersebut didefinisikansebagai : menggunakan pengetahuan dan mengidentifikasi masalah  (kemampuan bernalar) dalam rangka memahami fakta-fakta alam dan lingkungan serta menggunakan pengetahuannya (membuat keputusan) untuk memahami berbagai fenomena alam dan perubahan yang terjadi pada lingkungan kehidupan  karena aktivitas manusia (memecahkan masalah) untuk kepentingan orang banyak.

Tiga dimensi literasi sains, yaitu konsep (scientific concepts), proses ilmiah (scientific prosesses), serta situasi ilmiah dan area aplikasi (scientific context and areas of application). Pada konsep (scientific concepts) siswa perlu menguasai konsep-konsep kunci dari sains yang diperlukan untuk memahami fenomena alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia.

Pada proses ilmiah (scientific prosesses), yang diharapkan adalah : siswa perlu memahami bagaimana ilmuwan sains mengambil data dan mengusulkan eksplanasi-eksplanasi terhadap fenomena alam, mengenal karakteristik utama penyelidikan ilmiah, serta tipe jawaban yang dapat diharapkan dari sains. Tiga aspek dari komponen kompetensi/proses sains yakni; mengidentifikasi pertanyaan ilmiah,  menjelaskan fenomena secara ilmiah dan menggunakan bukti ilmiah. Proses kognitif yang terlibat dalam kompetensi sains  antara  lain; penalaran  induktif/deduktif,  berfikir  kritis  dan  terpadu,  pengubahan representasi,  mengkonstruksi eksplanasi  berdasarkan data,  dan berfikir  dengan menggunakan model dan menggunakan matematika.

PISA memandang kemampuan ini penting untuk mempersiapkan warga negara masa depan yang mampu berpartisipasi dalam masyarakat yang akan semakin terpengaruh oleh kemajuan iptek, maka perlu mengembangkan kemampuan anak muda untuk memahami kakikat sains, prosedur sains, serta kekuatan dan keterbatasan sains. Ini juga termasuk mengenal pertanyaan yang dapat dijawab dan tidak dapat dijawab oleh sains, menganal bukti yang diperlukan dalam suatu penyelidikan sains, serta mengenal kesimpulan yang sesuai dengan bukti yang ada.

Context”  literasi sains dalam PISA lebih ditekankan pada kehidupan sehari-hari daripada kelas atau labotratorium. Sebagaimana dengan bentuk literasi lainnya, konteks melibatkan isu-isu yang penting dalam kehidupan secara umum seperti juga terhadap kepedulian pribadi. Literasi sains dalam PISA menekankan pentingnya mengenal dan memahami konteks aplikasi sains, serta mampu mengaplikasikan sains dala memecahkan masalah nyata yang dihadapinya, baik yang terkait darai pribadi, komunitas lokal tempat siswa berada, maupun kehidupan di muka bumi secara lebih global.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s