Aplikasi Multimedia

Aplikasi Multimedia sebagai Inovasi dalam
Pembelajaran Ilmu Kealaman Dasar (IAD)

Oleh : Milya Sari*
Abstrak

Bergesernya paradigma dalam bidang pengajaran dari teacher-oriented menuju student-oriented secara tidak langsung menuntut tersedianya fasilitas belajar mandiri yang menarik bagi mahasiswa. Pesatnya perkembangan teknologi informasi multimedia sekarang ini membawa perkembangan pada pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan berbagai media pembelajaran diharapkan membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, efisien dan efektif.

Ilmu Alamiah Dasar merupakan kelompok mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) dengan bobot 2 SKS. Mata kuliah ini antara lain mempelajari Alam semesta; galaksi dan posisi tata surya dalam galaksi.. Materi ini sulit bagi mahasiswa karena tidak bisa melihat secara nyata galaksi tersebut dan dituntut untuk berimajinasi. Permasalahan ini terjadi di IAIN karena sebagian besar mahasiswanya berasal dari sekolah/madrasah/pesantren yang sebelumnya belum atau tidak pernah belajar IPA.
Penggunaan teknologi informasi multimedia dalam proses pembelajaran IAD merupakan solusi permasalahan tersebut.. Teknologi informasi multimedia dalam bentuk VCD, poster dan kliping (gambar) akan membimbing mahasiswa untuk memahami materi alam semesta beserta isinya serta matreri kuliah lainnya. Mahasiswa akan dapat memahami materi-materi kuliah di rumah “kapan saja, dimana saja tanpa tergantung pada uraian materi dari dosen”.

Kata kunci : IAD, inovasi pembelajaran, media pembelajaran

A. Pendahuluan
Arus globalisasi yang dipicu oleh terjadinya percepatan perkembangan Teknologi Informasi (TI) secara langsung ataupun tidak langsung telah mempengaruhi budaya manusia. Bangsa yang maju adalah bangsa yang tidak hanya mampu memanfaatkan tetapi juga dapat mengembangkan sendiri teknologi informasi dalam berbagai sektor kehidupannya. Sedangkan bangsa yang tidak dapat mengambil manfaat atau bahkan tidak peduli dengan perkembangan TI akan hanyut terseret arus kemajuan sehingga tetap akan menjadi bangsa yang terbelakang dibandingkan bangsa lainnya.
Paradigma pendidikan/pengajaran pun telah bergeser dari paradigma lama (teacher-oriented) ke paradigma baru (student-oriented dan integrated) yang dengan sendirinya memerlukan perubahan pola pendekatan pembelajaran, yang pada gilirannya menuntut perubahan-perubahan pada berbagai aspek pembelajaran.

Kurikulum lama menggunakan pendekatan penguasaan bidang ilmu dengan berorientasi pada isi (content) pembelajaran, sedangkan kurikulum baru (kurikulum berbasis kompetensi, KBK) sekarang KTSP menekankan pada pengembangan daya kognitif, afektif dan psikomotor. Pada KBK atau pun KTSP dosen tidak lagi sekedar memberi kuliah, namun lebih ditugasi sebagai fasilitator, motivator dan dinamisator bagi perkembangan intelektual dan sosial mahasiswa. Disamping itu, kemandirian dosen sangat diperlukan dalam menghadapi dan memecahkan berbagai problema yang sering muncul dalam proses pembelajaran. 1

Karena berorintasi kepada proses, maka partisipasi mahasiswa harusnya lebih aktif baik ketika menerima informasi keilmuan, maupun ketika mereproduksi informasi keilmuan tersebut secara benar dan tepat sebagai hasil belajar. Di sisi lain, peran tenaga pengajar juga mengalami pergesaran dari hanya sekedar penyampai ilmu menjadi dirigen yang memimpin proses pembelajaran, menjadi fasilitator atau perancang pengalaman belajar. Sebagai seorang fasilitator, dosen berperan memberi bantuan kepada mahasiswa untuk berkembang. 2

Di sinilah letak pentingnya ketersediaan media pembelajaran, yaitu membantu kedua belah pihak mahasiswa dan dosen. Media pembelajaran sangat diperlukan tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu penyajian dan pengumpulan informasi, tetapi juga sebagai alat bantu untuk memproses, memproduksi dan mengkomunikasikan hasil belajar mahasiswa.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (termasuk teknologi pembelajaran dan informasi) sangat pesat sekali. Informasi-informasi penting yang berhubungan materi kuliah bisa kita dapatkan dari banyak sumber. Apabila sumber-sumber informasi ini diaplikasikan dalam proses pembelajaran tentunya akan membawa perubahan besar terhadap proses, mekanisme, strategi dan metode pembelajaran itu sendiri. Penggunaan berbagai media pembelajaran tersebut diharapkan membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, efisien dan efektif.

B. Matakuliah Ilmu Kealaman Dasar di Perguruan Tinggi
Sebelum tahun 2000, mata kuliah di perguruan tinggi dikelompokkan atas Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK), Mata Kuliah Keahlian (MKK) dan Mata Kuliah Pilihan (MK P), hal ini didasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0561U/94. Mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar (IAD) termasuk dalam MKDU, merupakan matakuliah yang wajib diberikan pada mahasiswa bidang IPS.

Setelah tahun 2000, atas dasar keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.232/X/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa 3, menetapkan bahwa :
1. Kurikulum Inti merupakan bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam satu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional
2. Kurikulum inti terdiri atas kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) dan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).

Penjabaran dari kelompok matakuliah tersebut adalah sebagai berikut:
a. Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
b. Kelompok Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu.
c. Kelompok Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB), adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.
d. Kelompok Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB), adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalarn berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan keilmuan dan ketrampilan yang dikuasai.
e. Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB), adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

Maka melalui Keputusan Dikjen Dikti No. 30/DIKT1/Kep/2003 ditetapkan tentang Rambu Rambu Pelaksanaan (RRP) Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi 4, memutuskan Ilmu Kealaman Dasar (IAD) termasuk dalam MBB dan wajib diprograrnkan dalam setiap kurikulum inti program studi dengan bobot sekurang kurangnya 2 (dua) sks. Selanjutnya melalui surat Keputusan Diden Dikti No. 44/DIKT1/Kep/2006 tentang Rarnbu Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi5, mewajibkan IAD diprogramkandalam setiap kurikulum inti program studi dengan bobot sekurang kurangnya 3 (tiga) sks.

Dalam perkuliahan di perguruan tinggi, ada dua jenis kegiatan belajar, yaitu kegiatan belajar tatap muka dengan dosen (kuliah), dan kegiatan belajar yang dilakukan mahasiswa tanpa kehadiran dosen (kegiatan terstruktur dan belajar mandiri). Untuk mengikuti mata kuliah berobot 2 SKS ( SKS IAD saat ini) misalnya, mahasiswa diharapkan melakukan kegiatan belajar sebagai berikut :
1. Kuliah tatap muka: 16 minggu x 2 SKS x 50 menit = 1600 menit = 27 jam
2. Kuliah terstruktur: 16 minggu x 2 SKS x 60 menit = 1920 menit = 32 jam
3. Belajar mandiri: 16 minggu x 2 SKS x 60 menit = 1920 menit = 32 jam

Dari perhitungan tersebut, terlihat jelas bahwa 70% (± 64 jam) dari beban mata kuliah dilakukan mahasiswa tanpa kehadiran dosen. Mahasiswa harus melakukan kegiatan terstruktur dari mata kuliah tersebut juga secara mandiri (sendiri atau berkelompok), dan mahasiswa juga harus mempelajari materi kuliah tersebut secara mandiri (belajar mandiri). Belajar mandiri menuntut tersedianya sarana dan sumber belajar yang memadai, seperti laboratorium, perpustakaan, studio, dan lain-lain yang menarik bagi mahasiswa.6

C. Materi kuliah Ilmu Kealaman Dasar dan Permasalahannya.
Hakekatnya IAD bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu, melainkan suatu pengetahuan tentang konsep konsep dasar yang ada dalam sains dan Teknologi. Pelaksanaan perkuliahan IAD ditujukan untuk membantu para mahasiswa agar memiliki pandangan yang lebih luas dalam bidang sains dan teknologi, serta mendekati persoalan pengetahuan alam dengan penalaran yang lebih komprehensif.

Perkuliahan IAD dimaksudkan untuk mengembangkan dan memperluas wawasan pengetahuan mahasiswa serta mencoba untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan personaInya. Setiap mahasiswa yang telah mengikuti perkuliahan IAD diharapkan cukup peka dan tanggap dan penuh rasa tanggung jawab terhadap berbagai masalah perkembangan sains dan teknologi disamping masalah sosial dan budaya yang ada dalam masyarakatnya, serta lingkungan hidup yang sering kali merupakan suatu proses yang terjalin secara tidak terpisahkan.

Sasaran perkuliahan IAD adalah agar mahasiswa yang mengikuti mata kuliah IAD dapat memahami bidang sains dan teknologi, serta menyadari bahwa sains dan teknologi ternyata merupakan pengetahuan yang memperkaya cakrawala wawasannya. Dan yang terpenting mereka mengetahui kalau antara sains dan teknologi dengan Agama tidak pernah ada pemisahan.

Banyak materi yang dipelajari dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Dan semua hal yang dipelajari tersebut akan memperlihatkan kepada mahasiswa pada satu kenyataan pasti bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah, kitab yang didalamnya berisi berita yang semuanya benar. Dan kebenaran tersebut mustahil bisa dibuktikan tanpa menguasai sains dan teknologi. Dengan dibuktikannya bahwa Al-Qur’an bukanlah perkataan manusia tetapi benar-benar kalam Allah, maka makin bertambahlah keimanan dan ketaqwaan mereka.

Pemilihan dan penyusunan materi perlu dilakukan secara sistematis dan berurut mulai dari yang membahas perkembangan alam pikiran manusia yang berhasil melahirkan IPA ke perkembangan teknologi atas dasar penalaran dan penemuan–penemuan dalam IPA. Pembahasan selanjutnya diarahkan ke dampak positif dan negatif dari perkembangan sains dan teknologi bagi kehidupan manusia, dan akhirnya dikemukakan bahwa kelangsungan hidup manusia akan sangat tergantung kepada perkembangan sains dan teknologi pada masa yang akan datang.

Ruang lingkup mata kuliah IAD mencakup bahasan:
(1). Pengantar IAD; Hakikat dan ruang lingkup IAD sebagai bagian dari MBB, (2). Alam Pikiran Manusia dan Perkembangannya; Hakikat manusia dan sifat keingintahuannya, Perkembangan fisik, sifat dan pikiran manusia, dan Sejarah pengetahuan manusia, (3). Perkembangan dan Pengembangan Ilmu pengetahuan Alam; Metode ilmiah sebagai dasar IPA, Perkembangan IPA, dan Ruang lingkup IPA dan pengembangannya, (4). Bumi dan Alam Semesta; Pembentukan alam semesta dan tata surya, Bumi sebagai planet, Struktur bumi, Pembentukan Benua dan Samudra, (5). Keanekaragaman Makh1uk Hidup dan Penyebarannya; Biosfer dan makhluk hidup, Asal mula kehidupan di bumi, Keanekaragaman makhluk hidup, Persebaran dan sejarah perkembangan makhluk hidup, (6). Makhluk Hidup dalam Ekosistem Alami; Populasi dan komunitas makhluk hidup, Berbagai bentuk ekosistern alam, Aliran energi dan materi dalam ekosistern alam, Macam macam bentuk pola kehidupan, (7). Sumberdaya Alam dan Lingkungan; Klasifikasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup, Konsep konsep pengelolaan sumberdaya alam, Masalah kependudukan dan lingkungan hidup, Prinsip dan usaha pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, (8). Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi bagi Kehidupan Manusia; IPA sebagai dasar pengembangan teknologi, Sejarah peradaban manusia dan perkembangan teknologi, Manfaat dan dampak IPA dan Teknologi terhadap kehidupan sosial, IPA dan Teknologi masa depan, (9). Beberapa Perkembangan Teknologi Penting; Bioteknologi, Teknologi Informasi. Dan Teknologi kearifan lokal, (10). Isu Lingkungan; Isu lingkungan global, Isu lingkungan nasional, Isu lingkungan lokal, Studi kasus.
Pengalaman yang sering dihadapi dosen sains di Perguruan Tinggi adalah banyaknya mahasiswa yang menganggap mata kuliah bidang sains sulit dipelajari, sehingga mahasiswa sudah terlebih dahulu merasa kurang mampu untuk mempelajarinya.7 Hal ini mungkin disebabkan oleh penyajian dosen terhadap materi kuliah yang kurang menarik, membosankan, sulit dan menakutkan sehingga mahasiswa kurang menguasai konsep dasar perkuliahan yang diikutinya, dan akhirnya perkuliahan tersebut menjadi tidak menarik lagi bagi kebanyakan mahasiswa.

Beberapa faktor penyebab kurangnya penguasaan materi perkuliahan bagi mahasiswa diantaranya adalah (1) sistematika dan urutan materi kuliah yang belum mampu memotivasi mahasiswa belajar karena langsung mengajarkan materi kuliah yang tergolong sulit tanpa memberikan pengertian dasar yang diperlukan (mata kuliah prasyarat), (2) mahasiswa sering belajar dengan cara menghafal tanpa membentuk pengertian terhadap materi kuliah yang dipelajari, (3) materi kuliah yang diajarkan mengambang sehingga mahasiswa tidak dapat menemukan ‘kunci’ untuk mengerti materi perkuliahan yang sedang dipelajari, dan (4) dosen tertentu kurang berhasil menyampaikan ‘konsep’ bagi mahasiswa untuk menguasai materi yang diajarkan karena kurangnya penguasaan model pembelajaran. 8

Hasil penelitian yang penulis lakukan terhadap mahasiswa IAIN dalam memahami materi IAD, khususnya di Fakultas Tarbiyah IAIN “IB” Padang tahun 2005, 9 menunjukkan bahwa:
1. Kemampuan mahasiswa Faklutas Tarbiyah dalam memahami materi IAD ini sangat erat kaitannya dengan latar belakang pendidikan mereka pada jenjang sekolah sebelumnya. Mahasiswa yang sudah punya pengetahuan awal tentang IPA lebih mudah memahami materi IAD dibandingkan dengan mereka yang sama sekali belum mempelajarinya. Mayoritas mahasiswa yang mendaftar ke IAIN tepatnya ke Fakultas Tarbiyah adalah mereka yang berasal dari sekolah agama dan jurusannya pun kebanyakan non eksakta, jarang sekali yang berasal dari sekolah umum terutama yang berasal dari jurusan eksakta.
2. Factor-faktor yang menjadi hambatan mahasiswa dalam memahami materi kuliah IAD ada enam, yaitu. 1). belum pernah belajar IPA pada jenjang pendidikan sebelumnya, 2). kurangnya mahasiswa mengulang pelajaran di rumah, 3). kurang atau tidak adanya buku sumber yang mereka miliki, 4). lambatnya mereka memahami materi perkuliahan, 5). materi perkuliahan terlalu banyak, 6). dan belum paham bagaimana cara/system perkuliahan di perguruan tinggi.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu inovasi baru dalam strategi pembelajaran IAD. Strategi pembelajaran akan diarahkan pada kegiatan perkuliahan yang menarik, efisien dan efektif, walaupun dengan fasilitas (sarana dan prasarana) perkuliahan yang terbatas.

D. Inovasi Model Pembelajaran IAD
Inovasi dalam pendidikan sering dihubungkan dengan pembaharuan yang berasal dari hasil pemikiran kreatif, temuan dan modifikasi yang memuat ide dan metode yang dipergunakan untuk mengatasi suatu permasalahan pendidikan. Sedangkan model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat dipergunakan untuk membangun kurikulum, mendisain bahan instruksional dan sebagai pengarah terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas atau di luar kelas.10

Selanjutnya model pembelajaran harus dapat berfungsi sebagai alat komunikasi dalam penyampaian materi kuliah. Agar inovasi model pembelajaran berhasil optimum sesuai dengan tujuan yang diinginkan maka beberapa hal perlu dipertimbangkan dalam inovasi seperti rasional teoritis, landasan pemikiran pembelajaran dan lingkungan belajar. Model pembelajaran dapat diakui apabila dapat dipergunakan secara luas dalam pembelajaran dan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar (prestasi belajar mahasiswa). Dengan demikian, model pembelajaran sebaiknya fleksibel dan bertanggungjawab terhadap hasil dan tujuan pembelajaran sehingga penyampaian materi menjadi terfokus.

Inovasi model pembelajaran sains adalah suatu pendekatan pengajaran meliputi strategi, metode dan prinsip pengajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran bidang sains. Model pembelajaran bidang sains memiliki kelebihan dalam tiga aspek, yaitu (1) pembelajaran pemecahan masalah, (2) pembelajaran berdasarkan pengalaman, dan (3) pembelajaran berbasis individu dan kerjasama.

Pembelajaran pemecahan masalah dilakukan untuk menuntun mahasiswa melakukan penyelidikan melalui permasalahan bermakna yang diajukan oleh dosen dalam perkuliahan. Pembelajaran ini akan membawa mahasiswa pada situasi nyata sehingga dapat menuntun mahasiswa membangun pengetahuan dan ketrampilan melalui pembelajaran mandiri. Pembelajaran berdasarkan pengalaman dilakukan untuk menjelaskan pengalaman belajar yang dimiliki dosen kepada mahasiswa. Pembelajaran ini dapat disampaikan melalui demonstrasi terhadap pengetahuan atau ketrampilan yang dimiliki oleh dosen sehingga mahasiswa memperoleh pengetahuan dan ketrampilan standar dalam melakukan kegiatan akademik, misalnya dalam percobaan atau praktikum. Pembelajaran berbasis individu dan kerjasama dilakukan untuk membantu mahasiswa memahami konsep-konsep materi kuliah yang sulit, terutama bagi mahasiswa dengan tingkat kemampuan akademik berbeda. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen secara mandiri maupun secara berkelompok dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan nyata melalui kegiatan kelas dan laboratorium. Model ini mampu membawa mahasiswa untuk dapat belajar aktif sehingga terjadi interaksi diantara mahasiswa. 11

Proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan inovasi model pembelajaran. Tujuan pembelajaran bukanlah semata-mata transfer pengetahuan dan keterampilan, yaitu menjadikan mahasiswa dari tidak tahu manjadi tahu, akan tetapi harus mampu membina mahasiswa menjadi kreatif, mahir dan terampil. Proses pembelajaran hendaknya mampu menumbuhkan, menyempurnakan dan meningkatkan pola laku tertentu dalam diri mahasiswa, yaitu kerangka dasar dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam usaha mempertahankan hidup di masyarakat agar mahasiswa dapat bertindak secara rasional dan mampu menimbulkan kebiasaan baik bagi diri sendiri. Inovasi model pembelajaran sains juga mengalami perkembangan sejalan dengan kemajuan dan perkembangan teknologi. Melalui inovasi maka model pembelajaran yang ada dikembangkan dan ditingkatkan untuk melahirkan model-model pembelajaran baru yang menarik. Inovasi model pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran sains diantaranya adalah: Model pembelajaran menggunakan media. 12

E. Media Pembelajaran IAD
Pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi yang harus diciptakan atau diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan tukar menukar pesan atau informasi oleh setiap tenaga pengajar dan peserta didik. Pesan atau informasi dapat berupa pengetahuan, keahlian, skill, ide, pengalaman, dan sebagainya. Melalui proses komunikasi, pesan atau informasi dapat diserap dan dihayati orang lain. Agar tidak terjadi kesesatan atau ambiguitas dalam proses komunikasi perlu digunakan sarana yang membantu proses komunikasi yang disebut media. Dalam proses belajar mengajar, media yang digunakan untuk memperlancar komunikasi belajar mengajar disebut Media Pembelajaran.13
Banyak batasan yang diberikan orang tentang media. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association of Education and Communication Technology/ AECT) di Amerika misalnya, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi. Briggs14 berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, film, kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya. Sementara menurut Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA), media adalah bentuk-bentuk komunikasi tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan dibaca.
Apapun batasan yang diberikan terhadap media, ada persamaan-persamaan diantaranya yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan dan minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

Pada awalnya, media pembelajaran hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids). Artinya keberadaan media hanya untuk menfasilitasi guru dalam menyampaikan materinya. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya, berkat berkembangnya konsep-konsep pembelajaran yang baru menjadikan penggunaan media sebagai bagian integral dalam program pembelajaran. Berdasarkan teori tingkah laku (behaviorism theory) ajaran B.F. Skinner, maka orang terdorong untuk lebih memperhatikan siswa dalam proses belajar mengajar bukan kepada apa yang akan disampaikan guru. Menurut teori ini, mendidik adalah mengubah tingkah laku peserta didik. Perubahan tingkah laku ini harus tertanam pada diri siswa sehingga menjadi adat kebiasaan. Setiap ada perubahan tingkah laku positif ke arah tujuan yang dikehendaki, harus diberi penguatan (reinforcement), berupa pemberitahuan bahwa tingkah laku tersebut telah betul. Senada dengan pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi, keradaan media pembelajaran tidak hanya akan menjadi alat bantu tenaga pengajar, tetapi juga untuk membantu mahasiswa belajar secara aktif mengkonstruksikan makna dari beragam informasi dengan berbagai pilihan. Sebagai penyaji dan penyalur pesan dalam hal-hal tertentu media dapat mewakili tenaga pengajar menyampaikan informasi secara lebih teliti, jelas dan menarik. Fungsi tersebut dapat dilaksanakannya dengan baik walau tanpa kehadiran guru secara fisik. 15
Media pembelajaran dapat dipergunakan untuk membangun pemahaman dan penguasaan objek pendidikan. Beberapa media pendidikan yang sering dipergunakan dalam pembelajaran diantaranya media cetak, elektronik, model dan peta.16 Media cetak banyak dipergunakan untuk pembelajaran dalam menjelaskan materi kuliah yang kompleks sebagai pendukung buku ajar. Pembelajaran dengan menggunakan media cetak akan lebih efektif jika bahan ajar sudah dipersiapkan dengan baik yang dapat memberikan kemudahan dalam menjelaskan konsep yang diinginkan kepada mahasiswa. Media seperti poster dan kliping koran (gambar) juga bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sains, yang penting isi media berkaitan dengan materi/topik yang diajarkan.

Media elektronik seperti VCD banyak dipergunakan di dalam pembelajaran sains. Penggunaan VCD sangat baik dipergunakan untuk membantu pembelajaran, terutama untuk memberikan penekanan pada materi kuliah yang sangat penting untuk diketahui oleh mahasiswa. Harus disadari bahwa video bukan diperuntukkan untuk menggantungkan pengajaran pada materi yang diperlihatkan pada VCD, sehingga pengaturan penggunaan waktu dalam menggunakan VCD sangat perlu.

Apa pun model pembelajaran yang digunakan tidak terlepas dari mahasiswa yang ikut serta dalam proses pembelajaran tersebut. Mahasiswa harus ditempatkan sebagai pusat kegiatan pembelajaran sehingga inovasi model pembelajaran harus selalu mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa. Harus selalu dipikirkan bahwa kelompok mahasiswa yang berbeda mempunyai kemampuan berbeda, sehingga memotivasi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran sangat diperlukan karena rendahnya daya juang mahasiswa seperti sekarang ini akan mengakibatkan keengganan belajar, yang pada akhirnya akan mempengaruhi terhadap kualitas lulusan.

Untuk mengetahui efektivitas penggunaan VCD pada proses pembelajaran dalam meningkatkan keaktifan/gairah belajar mahasiswa, telah dilakukan penelitian terhadap mahasiswa Fakultas Tabiyah semester I tahun akademik 2006/2007. VCD yang digunakan salah satunya adalah “Keajaiban Al Qur’an” karya Harun Yahya.17 Film ini antara lain mengungkapkan tentang: penciptaan alam semesta, mengembangnya alam semesta, orbit benda langit, fungsi lapisan atmosfir dan fungsi dari gunung. Semua tayangan dalam VCD ini sangat mendukung materi yang berkaitan dengan IPBA (Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa) yang ada dalam perkuliahah IAD.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sesudah menonton VCD ini, hampir 90% mahasiswa menunjukan sikap positif terhadap mata kuliah IAD. Komentar-komentar yang dikemukakan oleh mahasiswa dari ke tiga jurusan (PAI, PBA,dan KI) setelah mempelajari materi tentang IPBA dan menyaksikan VCD tersebut hampir dapat dikatakan seragam. Antara lain :
• “Subhanallah, setelah menyaksikan VCD ini saya kembali mengenal-Nya, Al Qur’an adalah benar dan Allah Maha Pencipta, sungguh menakjubkan”.
• “Setelah melihat VCD tadi timbul rasa yakin dalam diri saya tentang keberadaan Allah SWT. Rasa ini sangat penting untuk membangun semangat dalam menunaikan kewajiban kita sebagai hamba kepada Sang Khaliq”.
• “Selama ini saya tidak tahu kalau ternyata Al Qur’an juga memuat tentang pengetahuan umum, walaupun setiap hari ayat-ayat Al Qur’an tersebut saya baca”.
• “Saya kira pelajaran yang berkaitan sains dan teknologi hanya untuk anak sekolah umum saja, tetapi sekarang presepsi saya tentang hal ini berubah” .

Jika dikaitkan dengan salah satu tujuan dari mata kuliah IAD yaitu mahasiswa mengetahui kalau antara sains dan teknologi dengan Agama tidak pernah ada pemisahan. Maka tujuan pembelajaran tersebut bisa dikatakan tercapai. Banyak materi yang dipelajari dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Dan semua hal yang dipelajari dan dilihat dalam VCD tersebut akan memperlihatkan kepada mahasiswa pada satu kenyataan pasti bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah, kitab yang didalamnya berisi berita yang semuanya benar. Dan kebenaran tersebut mustahil bisa dibuktikan tanpa menguasai sains dan teknologi. Dengan dibuktikannya bahwa Al-Qur’an bukanlah perkataan manusia tetapi benar-benar kalam Allah, maka makin bertambahlah keimanan dan ketaqwaan mereka.

E. Kesimpulan
Penggunaan Multimedia dalam bentuk VCD, poster dan kliping koran (gambar) merupakan salah satu inovasi dalam pembelajaran IAD. Aplikasi multimedia pada proses pembelajaran membuat proses pembelajaran menjadi menarik, efektif dan efisien. Walaupun media pembelajaran dapat memperkaya proses pembelajaran sehingga dapat diperoleh hasil pembelajaran yang berkualitas, tetapi media tersebut tidak dapat menggantikan peran interaksi antara dosen dengan mahasiswa dalam suatu proses pembelajaran.

Daftar Bacaan:

JIka tertarik dengan tulisan ini, silahkan mencantumkan blog ini sebagai sumber rujukannya, dengan menuliskan : Milya Sari atau Sari, M. 2012.  Aplikasi Multimedia sebagai Inovasi dalam Pembelajaran Ilmu Kealaman Dasar (IAD). Online atau tersedia di http://www.kajianipa.workpress.com.

Terima Kasih sudah meninggalkan Jejak.
____________________

 

_____________________________
Biodata Penulis: Milya Sari, Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN IB Padang. Magister Sains Lulusan Universitas Andalas Padang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s