Pikir itu pelita hati

Profesor saya mengatakan pada suatu pertemuan kuliah “jangan dengarkan semua perkataan orang, tapi buatlah keputusan yang mewakili kepentingan semua orang”. Awalnya kami tertawa mendengarkan ucapan profesor tersebut, manun sesaat kami terdiam, benar juga. Selama ini kita selalu mendengarkan perkataan orang, atau kita belum melakukan apa sudah minta pendapat banyak orang. Akhirnya kita jadi ragu untuk memutuskan, mana yang benar dari semua perkataan orang yang kita dengar. Contoh yang sering kita lihat, jika ada suatu kegiatan kita akan banyak pertimbangan. Saya rasa ini sering terjadi bagi ibu-ibu yang rangkap jabatan, artinya kerja kantoran sekaligus ibu rumah tangga. Yang dipikirkan pertama kali adalah “bagaimana dengan anak saya jika kegiatan ini saya ambil?” akhirnya sebagai pertimbangan kita minta pendapat semua orang. Eh masalah muncul jika orang yang kita mintai pendapat juga punya kepentingan dengan kegiatan tersebut. Maka makin galaulah kita dalam mengambil keputusan.

Kembali ke ungkapan profesor saya tadi, jangan terlalu banyak mendengarkan orang, artinya dalam mengambil keputusan, cukup kita bertanya pada orang yang benar-benar dekat dengan kita dan mengerti bagaimana kita. Lalu buatlah keputusan yang terbaik bagi kita dan melegakan semua pihak yang akan berkaitan dengan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s