Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI)
LEVEL 2 (SMU/SMK)

Oleh : Milya Sari, S.Pd.M.Si

Sangat mudah dijumpai seorang bergelar Sarjana mendaftarkan kerja dengan menggunakan ijasah SMA/SMK/MA nya. Secara horisontal, banyak juga dijumpai sarjana pertanian bekerja sebagai wartawan, sarjana teknik bekerja sebagai tenaga administrasi dan masih banyak lagi contoh ketidaksesuaian yang lain. Mungkin istilah link and match yang dipopulerkan oleh Mendikbud saat itu, Wardiman Djojonegoro, lebih mudah untuk memberi gambaran atas masalah klasik ini. Ketidaksesuaian di atas muncul, karena kaburnya antara kualifikasi dan kompetensi lulusan. Idealnya seseorang dengan kualifikasi sarjana memiliki kompetensi untuk melakukan sejumlah daftar pekerjaan. Namun pada kenyataannya, tidak banyak yang berani menjamin bahwa lulusan pendidikan bidang tertentu bisa mengerjakan apa atau sarjana bidang tertentu bisa menyelesaikan masalah apa. Dalam konteks problem kompetensi dan kualifikasi inilah perlu Peraturan Presiden tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang dalam literatur global disebut dengan National Qualification Framework (NQF) (Sayuti, 2011).

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 8 tahun 2012 adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Peraturan ini ditetapkan untuk untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional dimana perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

Prinsip pokok kualifikasi adalah deskripsi akan jenjang, standar, kriteria dan keluaran dari sebuah jenjang pendidikan. Deskripsi yang rinci itulah yang diharapkan akan mampu menyandingkan kompetensi sesama lulusan sebuah jenjang pendidikan. Lagi-lagi model penyeragaman semacam UN akan menjadi salah satu konsekuensi IQF, sebab tanpa peduli negeri-swasta, akreditasi A atau C, desa-kota, serta segala kesenjangan lain, kerangka kualifikasi harus berani menjamin bahwa outcome lembaga pendidikan adalah setara, sebanding dan terintegrasi (Sayuti, 2011).

Kualifikasi adalah penguasaan capaian pembelajaran yang menyatakan kedudukannya dalam KKNI. KKNI terdiri atas 9 (sembilan) jenjang kualifikasi, dimulai dari jenjang 1 (satu) sebagai jenjang terendah sampai dengan jenjang 9 (sembilan) sebagai jenjang tertinggi. Jenjang kualifikasi KKNI terdiri atas:

  1.   jenjang 1 sampai dengan jenjang 3 dikelompokkan dalam jabatan operator;
  2.  jenjang 4 sampai dengan jenjang 6 dikelompokkan dalam jabatan teknisi atau analis;
  3.  jenjang 7 sampai dengan jenjang 9 dikelompokkan dalam jabatan ahli.

Setiap jenjang kualifikasi pada KKNI memiliki kesetaraan dengan capaian pembelajaran yang dihasilkan melalui pendidikan, pelatihan kerja atau pengalaman kerja.

 

Deskripsi Jenjang Kualifikasi KKNI Level 2

a. Deskripsi Umum
Sesuai dengan ideologi Negara dan budaya Bangsa Indonesia, maka implementasi sistem pendidikan nasional dan sistem pelatihan kerja yang dilakukan di Indonesia pada setiap level kualifikasi pada KKNI mencakup proses yang membangun karakter dan kepribadian manusia Indonesia sebagai berikut :

  • Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya
  • Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia
  • Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya
  • Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan original orang lain
  • Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas

 

b. Rumusan deskripsi generik KKNI Level 2

  •  Mampu melaksanakan satu tugas spesifik, dengan menggunakan alat, dan informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan, serta menunjukkan kinerja dengan mutu yang terukur, di bawah pengawasan langsung atasannya.
  • Memiliki pengetahuan operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang kerja yang spesifik, sehingga mampu memilih pemecahan yang tersedia terhadap masalah yang lazim timbul.
  • Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab membimbing orang lain.

Penjelasan Deskripsi Generik Level 2 KKNI
a. Rumusan deskripsi generik KKNI terdiri dari parameter-parameter yang   dapat dipilah kedalam tiga alinea.

  • Alinea pertama merupakan pernyataan kemampuan di bidang kerja,
  •  Alinea kedua adalah penyataan tentang pengetahuan yang wajib dimiliki dan lingkup masalah yang bisa ditanganinya.
  • Alinea ketiga adalah penyataan kemampuan manajerial, lingkup tanggung jawab dan standar sikap yang diperlukan.

b. Setiap alinea parameter dapat ditandai lewat unsur-unsur deskripsi. Sehingga unsur-unsur deskripsi inilah yang seharusnya tercakup dalam rumusan LO dari setiap program studi.

c. Rumusan “capaian pembelajaran” (LO) ini, dalam klasifikasi kompetensi dari konsep kurikulum DIKTI, dimaknai sama dengan istilah “kompetensi utama” suatu program studi, yaitu rumusan kompetensi yang merupakan ciri dari lulusan sebuah program studi.

Disamping itu, setiap Perguruan tinggi atau satuan pendidikan dapat menambahkan kemampuan-kemampuan lain pada lulusannya, yang dalam format DIKTI dimasukan ke dalam klasifikasi “kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya”, atau ke dalam “kompetensi khusus” menurut klasifikasi Standar isi BSNP.

Berdasarkan keterangan di atas, maka setiap pendidik dalam mempersiapkan perangkat pembejarannya (silabus dan RPP) harus mengacu kepada acuan Level KKNI yang sudah ditetapkan. Guru atau dosen bisa menelaah kembali apakah Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam SI yang ditetapkan oleh BNSP telah sesuai dengan level KKNI yang ditetapkan. Selanjutnya indikator yang dibuat juga mengacu kepada level KKNI dari satuan pendidikan tersebut.

Sumber Bacaan:

Dirjend Dikti. 2011. Penyusunan LO Prodi KKNI. Kemendikbud.

Sayuti, Muhammad. 2011. Nasib Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia?. http://blog.uad.ac.id/sayuti/2011/04/05/nasib-kerangka-kualifikasi-nasional-indonesia/. di akses 26 Maret 2012.

Permendiknas no 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk SMA/MA

Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s